Menuju konten utama

IHSG Jumat Hari Ini Dibuka Menguat ke Level 6.010,339

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau pada rentang 5.967,023 hingga 6.045,258, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp10.506 triliun.

IHSG Jumat Hari Ini Dibuka Menguat ke Level 6.010,339
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 6.010,339 pada pembukaan perdagangan Jumat (26/6/2026). Namun, mengutip RTI Business pukul 09.20 WIB, indeks melemah 15,2 poin atau sebesar 0,25 persen sesaat setelah dibuka.

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 1887 saham menguat, 342 melemah, dan 179 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 5.967,023 hingga 6.045,258 sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.506 triliun.

Adapun volume transaksi mencapai 2,8 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,5 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 261.306 kali.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (25/6/2026) ditutup menguat mengikuti bursa kawasan Asia, seiring sentimen koreksinya harga minyak mentah di tingkat global.

Melansir Antara, IHSG ditutup menguat 115,16 poin atau 1,96 persen ke posisi 5.999,04. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,58 poin atau 1,66 persen ke posisi 587,75.

"Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik," ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus dikutip Antara.

Nico mengatakan koreksi harga minyak telah meredakan kekhawatiran inflasi, dan mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Baca juga artikel terkait INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto