IDAI akan Tegur Dokter Anak yang Menganjurkan Susu Formula

Reporter: Fatimatuz Zahra, tirto.id - 7 Agu 2022 12:08 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tak segan untuk menegur dokter anak yang menganjurkan pemberian susu formula (sufor) pada bayi.
tirto.id - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan bahwa pihaknya tak segan untuk menegur dokter anak yang menganjurkan pemberian susu formula (sufor) pada bayi. Pasalnya, menurut Piprim, ASI masih menjadi nutrisi terbaik untuk bayi.

"Nanti akan kita sapa, kita tanya, dan lain-lain. Silakan lapor, nanti kita jewer dokter anak yang menganjurkan susu formula," ungkap Piprim dalam Seminar Media Dalam Rangka World Breastfeeding yang digelar IDAI yang digelar secara daring, Sabtu (6/8/2022).

Untuk itu ia menyampaikan kepada masyarakat supaya melapor apabila mendapati ada dokter anak yang menyarankan pemberian susu formula untuk bayi.

"Kalau ketemu tenaga kesehatan yang merekomendasikan susu formula, silakan lapor ke IDAI," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Satuan Tugas (satgas) ASI IDAI, Dr. dr. Naomi Esthernita F. Dewanto mengungkap data hasil Riset Kesehatan Dasar yang memperlihatkan penurunan angka pemberian ASI eksklusif dari 61,33 persen pada 2017 menjadi 37,3 persen pada 2018.

"Angka dari UNICEF terakhir bahwa tahun 2021 hanya satu dari dua bayi yang disusui eksklusif sampai enam bulan, artinya sekitar 50 persen," kata Naomi.

Dia menyebut sejumlah faktor yang mendasari penurunan angka pemberian ASI eksklusif tersebut. Beberapa diantaranya adalah masifnya kampanye penjualan susu pengganti ASI. Ia menyebut banyak orang tua meyakini susu formula lebih baik karena termakan pesan-pesan dalam iklan susu formula.

"Ternyata marketing susu pengganti ASI ini punya dampak negatif pada praktik menyusui," katanya.
Selain itu, Naomi juga menyebut beberapa faktor lain yang juga berkontribusi dalam penurunan angka pemberian ASI ekslusif seperti rendahnya indeks kesehatan ibu hamil sehingga membuat banyak ibu yang meninggal dunia, kurangnya dukungan keluarga dan komunitas, serta keterbatasan fasilitas menyusui di tempat kerja maupun tempat-tempat umum lainnya.


Baca juga artikel terkait SUSU FORMULA atau tulisan menarik lainnya Fatimatuz Zahra
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Fatimatuz Zahra
Penulis: Fatimatuz Zahra
Editor: Maya Saputri

DarkLight