Humas Istiqlal Harap Jokowi Bisa Salat Tarawih Bersama

Oleh: Chusnul Chotimah - 22 Mei 2017
Dibaca Normal 1 menit
Abu berharap, Jokowi bisa hadir di minggu pertama bulan Ramadan untuk bisa melakukan ibadah bersama dengan umat Muslim lainnya di Masjid Istiqlal.
tirto.id - Ketua Protokol dan Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, berharap Presiden Jokowi melakukan ibadah salat tarawih bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat seperti sebelum-sebelumnya. Namun hingga saat ini, kata Abu, belum ada informasi kapan Presiden Jokowi akan melakukan ibadah salat tarawih bersama.

“Presiden juga belum ada konfirmasi. Sebelumnya, tarawih kedua mereka datang. Kalau tarawih pertama presiden sepertinya lebih suka ke luar daerah. Indonesia kan tidak cuma di Jakarta,” ungkap Abu Hurairah saat dihubungi Tirto.id, Senin (22/5/2017).

Abu berharap, Jokowi bisa hadir di minggu pertama bulan Ramadan untuk bisa melakukan ibadah bersama dengan umat Muslim lainnya di Masjid Istiqlal. Menurut pengakuan Abu, selain Presiden Jokowi, safari Ramadan juga dilakukan oleh pejabat negara lainnya seperti Menteri Agama.

“Belum ada konfirmasi dari presiden dan pejabat, ini kebiasaan presiden kita yang sekarang ini mendadakan, kadang-kadang kita tidak tahu tiba-tiba besok ada pemberitahuan dia akan mampir. Tidak protokoler, kecuali ada acara yang dilaksanakan secara kenegaraan,” tambah dia.

Sementara itu, terkait kesiapan Masjid Istiqlal dalam menyambut bulan suci Ramadan, Abu mengatakan pihak Istiqlal sudah mempersiapkan sekitar 300 panitia untuk menyiapkan berbagai acara yang akan digelar sepanjang Ramadan.

Terkait kapasitas masjid, Abu mengaku, biasanya masjid penuh jamaah hanya di minggu pertama Ramadan, sekitar 10 ribu hingga 12 ribu jamaah, seperti massa jamaah saat salat Jumat. Masjid Istiqlal sendiri berkapasitas 20 ribu jamaah, sehingga tidak dikhawatirkan akan kelebihan kapasitas.

Labih lanjut, Abu menjelaskan, pihak Istiqlal sudah menyiapkan berbagai acara selama bulan Ramadan hingga persoalan teknis terkait pompa air agar kebutuhan air wudhu terjamin. Sedangkan untuk acara, program Ramadan Fair sudah dimulai sejak tanggal 19 Mei 2017 hingga tanggal 17 Juni 2017.

Beberapa acara dalam Ramadan Fair yang akan diselenggarakan di antaranya, wisata kuliner, kerajinan-kerajinan dari Dinas UMKM, pagelaran musik religi, talk-show, lomba karya tulis, dan agenda lainnya. Ia mengaku, Ramadan Fair baru digelar tahun ini, sedangkan program yang sudah berjalan tiap tahun seperti pembagian takjil dan buka puasa juga akan kembali diselenggarakan.

“Nasi kotak setiap tahun ada, sekitar 3000 nasi kotak, kalau Jumat, Sabtu, Minggu bisa sampai 4000 sampai 5000 nasi kotak. Kemudian sebelum tarawih, kami menampilkan qori, qoriah nasional dan internasional. Dan tarawih dua gelombang yang 11 dan 23 rakaat,” ungkap dia.

Untuk pengamanan, Abu mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta, terutama untuk menertibkan banyaknya tuna wisma yang biasnaya membawa serta keluarganya dan hanya numpang tidur dan makan gratis tanpa melakukan ibadah.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan itiqaf di Masjid Istiqlal, tidak serta merta menjadikan alasan untuk bermalas-malasan.

“Pagi seharusnya habis salat subuh mereka bekerja, nanti menjelang buka balik lagi, ke Istiqlal, karena kami bulan puasa juga didatangi oleh turis-turis asing tuh, nanti kesan turis melihat mereka tidur-tiduran kok kesannya kalau bulan puasa pada malas, kita mengindari hal-hal yang seperti itu,” ungkap dia.

Baca juga artikel terkait BULAN RAMADHAN atau tulisan menarik lainnya Chusnul Chotimah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Chusnul Chotimah
Penulis: Chusnul Chotimah
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight