Menuju konten utama

Hari Keempat, DVI Belum Temukan Lagi Korban Pesawat Polri

Tim DVI belum menemukan lagi korban kecelakaan pesawat Polri yang jatuh pada Sabtu lalu. Korban yang ditemukan pada hari pertama bahkan belum dapat diidentifikasi.

Hari Keempat, DVI Belum Temukan Lagi Korban Pesawat Polri
Anggota kepolisian Polda Kepri mengangkat kantong jenazah yang berisikan barang-barang yang diduga milik korban jatuhnya pesawat M28 Skytruck Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (4/12). Pesawat M28 Skytruck milik Polri yang membawa 13 personel Polri yang terbang dari Pangkal Pinang menuju Batam jatuh di Perairan Senayang Kabupaten Lingga Sabtu (3/12). ANTARA FOTO/M N Kanwa.

tirto.id - Sejak peristiwa terjadi pada Sabtu (3/12/2016), tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri menyatakan bahwa korban jatuhnya pesawat Polri di Perairan Lingga, Riau, belum ditemukan lagi hingga pagi hari ini.

"Tim SAR masih melakukan pencarian korban pesawat jenis M-28 Skytruck dengan nomor registrasi P-4201 di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau," kata Direktur Eksekutif DVI Mabes Polri, Kombes Pol Anton Castilani, seperti dilansir dari Antara, Selasa (6/12/2016).

Ia mengatakan, korban jatuhnya pesawat Skytruck yang ditemukan pada hari pertama yakni Sabtu, belum dapat diidentifikasi.

"Temuan [korban] hari pertama belum dapat diidentifikasi. Pagi ini, sampel DNA [korban] akan dikirimkan ke Laboratorium DNA Kedokteran Kepolisian [Dokpol] Jakarta," ucap Anton.

Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepri dibantu Mabes Polri mulai melakukan identifikasi dengan mengambil DNA bagian jenazah korban pesawat Polri tersebut.

"Hari ini tim kami mulai bekerja mengambil DNA dari masing-masing bagian tubuh untuk dicocokkan satu dengan yang lain," kata Kabid Dokkes Polda Kepri AKBP Jarot Wibowo di Batam, Senin (5/12/2016).

Ia mengatakan, sejauh ini korban yang ditemukan oleh tim evakuasi merupakan bagian-bagian tubuh korban pesawat yang diketahui jatuh dan meledak di laut.

"Jadi nanti akan dicocokan satu dengan yang lain dan disandingkan dengan data ante mortem yang masuk," kata dia.

Jarot mengatakan, sejauh ini yang sudah masuk ke RS Bhayangkara Polda Kepri di Batam terdiri atas empat kantung jenazah dan satu kotak sterofoam berisi bagian-bagian tubuh korban.

"Bantuan dari Mabes Polri yaitu satu ahli DNA dan satu senior ahli forensik sudah tiba di RS Bhayangkara untuk membantu proses identifikasi," kata Jarot.

Ia mengatakan, secara total ada 30 orang petugas yang akan terlibat dalam proses identifikasi jenazah korban pesawat yang jatuh di Lingga.

Baca juga artikel terkait PESAWAT POLRI atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari