Menuju konten utama

Harga Minyak Naik Tipis Kamis Pagi usai AS Kembali Serang Iran

Hingga pukul 00.54 waktu setempat, harga minyak mentah berjangka Brent naik 78 sen atau 1 persen, menjadi 78,80 dolar AS per barel.

Harga Minyak Naik Tipis Kamis Pagi usai AS Kembali Serang Iran
kilang minyak.foto/shutterstock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak naik pada perdagangan Kamis (9/7/2026), setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran. Langkah tersebut memudarkan harapan akan berakhirnya perang Iran sekaligus meredupkan prospek pembukaan kembali secara penuh Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Menukil Reuters, hingga pukul 00.54 waktu setempat, harga minyak mentah berjangka Brent naik 78 sen atau 1 persen, menjadi 78,80 dolar AS per barel. Sedangkan, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) menguat 74 sen atau 1,01 persen, menjadi 74,26 dolar AS per barel.

Kedua acuan harga minyak dunia, WTI dan Brent, melonjak lebih dari 1 dolar AS per barel dalam perdagangan setelah penutupan pasar pada Rabu (8/7/2026), menyusul dimulainya gelombang serangan baru militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Sebelumnya, kedua kontrak minyak tersebut ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari dua pekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran paling cepat pada Rabu malam.

Militer AS menyatakan telah memulai serangan baru ke Iran dengan tujuan menjaga agar Selat Hormuz—jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia—tetap terbuka bagi lalu lintas kapal. Serangan itu dilakukan hanya beberapa jam setelah Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah "berakhir".

Analis IG, Tony Sycamore, mengatakan dalam sebuah catatan riset bahwa lonjakan pengiriman minyak yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir untuk sementara telah berakhir. Menurutnya, para pemilik kapal diperkirakan akan mengambil sikap yang lebih berhati-hati dalam mengoperasikan armadanya di jalur tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan gelombang serangan terbarunya merupakan respons atas serangan pada Selasa terhadap tiga kapal tanker yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Serangan AS itu mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah.

Iran menyatakan pada Rabu bahwa pihaknya telah menyerang fasilitas militer AS di dan sebagai balasan atas serangan AS sebelumnya yang menyasar infrastruktur negara tersebut.

Di sisi lain, sumber di industri asuransi mengatakan pada Rabu bahwa sejumlah perusahaan penjamin risiko perang (war underwriters) telah menyarankan perusahaan pelayaran untuk menunda pelayaran melalui Selat Hormuz. Sebagian penjamin lainnya juga tengah meninjau kembali ketentuan polis mereka setelah Iran kembali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama