tirto.id - Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) kembali mengalami kenaikan di awal perdagangan Rabu (22/4/2026).
Kenaikan harga ini terjadi di tengah ketidakpastian jadwal pembicaraan damai antara AS dengan Iran, meskipun sebelumnya Washington sudah mengumumkan bakal memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Teheran.
Karena ketidakpastian ini pula, Iran tetap menutup Selat Hormuz secara efektif.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah acuan AS naik 59 sen atau 0,7 persen ke level 90,26 dolar AS per barel pada pukul 22.15 waktu setempat. Kenaikan ini melanjutkan lonjakan harga di sesi perdagangan sebelumnya yang naik hingga 2,8 persen.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk waktu yang tidak ditentukan.
Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam sebelum masa berlaku gencatan senjata sebelumnya berakhir.
Pengumuman ini sekaligus juga untuk memberi kesempatan bagi kedua negara melanjutkan perundingan damai untuk mengakhiri perang yang telah menelan ribuan korban jiwa dan mengguncang ekonomi global.
Pernyataan Trump ini tampak bersifat sepihak, dan belum dapat dipastikan apakah pihak Iran maupun sekutu AS, Israel, akan setuju untuk memperpanjang gencatan senjata yang telah dimulai sejak dua minggu lalu tersebut.
Meski begitu, Trump juga menyatakan bahwa ia akan melanjutkan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan dan pesisir Iran—tindakan yang oleh para pemimpin Iran disebut sebagai pernyataan perang.
Belum ada komentar langsung dari para pemimpin tertinggi Iran, namun Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran menyatakan, pihak Iran tidak pernah meminta perpanjangan gencatan senjata. Mereka juga mengulangi ancaman untuk membubarkan blokade AS tersebut dengan kekuatan militer.
Sementara itu, lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang biasanya menangani sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global, sebagian besar masih terhenti pada Selasa (21/4/2026). Data pelayaran menunjukkan, hanya ada tiga kapal yang melintasi jalur air tersebut dalam 24 jam terakhir.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































