tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa perhatian Prabowo Subianto terhadap buruh dan masyarakat berpenghasilan rendah tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diwujudkan melalui kebijakan perlindungan sosial yang konkret.
Hal ini disampaikan Gus Ipul usai Presiden Prabowo berpidato di hadapan ribuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan besarnya komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial.
“Kita juga memberikan perlindungan sosial yang sangat besar. Tahun ini kita memberikan perlindungan untuk rakyat berpenghasilan rendah sebesar Rp500 triliun,” kata Presiden Prabowo di hadapan ribuan buruh pada Jumat (1/5/2026).
Menurut Gus Ipul, angka tersebut mencerminkan keberpihakan nyata pemerintah kepada kelompok pekerja dan masyarakat rentan. Ia menjelaskan, dari total anggaran perlindungan sosial yang mencapai lebih dari Rp500 triliun, alokasi melalui Kementerian Sosial saja menembus Rp122 triliun pada 2026.
Anggaran tersebut disalurkan melalui berbagai program bantuan sosial, mulai dari bantuan sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), hingga dukungan iuran jaminan kesehatan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Yang melalui Kementerian Sosial saja lebih dari Rp122 triliun. Itu untuk bansos, sembako, PKH, ATENSI, dan bantuan sosial lainnya, termasuk PBI,” kata Gus Ipul saat berada di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/5/2026).
Gus Ipul menegaskan, keluarga buruh dan karyawan menjadi salah satu kelompok yang secara langsung merasakan manfaat dari program tersebut. Data Kementerian Sosial mencatat sebanyak 4.146.339 keluarga penerima manfaat (KPM) dari kalangan buruh dan karyawan menerima bantuan sosial.
Selain itu, sebanyak 8.141.054 buruh dan karyawan juga tercatat sebagai penerima PBI, sehingga iuran jaminan kesehatannya ditanggung pemerintah.
“Artinya, perlindungan sosial ini juga menyentuh langsung keluarga buruh dan karyawan. Ada lebih dari 4,1 juta KPM dari keluarga buruh/karyawan yang menerima bansos, dan lebih dari 8,1 juta buruh/karyawan menerima PBI,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan, realisasi anggaran perlindungan sosial pada tahun sebelumnya bahkan lebih tinggi, seiring kebijakan penebalan dan perluasan bantuan sosial yang diarahkan langsung oleh Presiden.
“Tahun lalu realisasinya lebih besar karena ada penebalan dan perluasan penerima bansos atas perintah Presiden Prabowo. Anggarannya lebih dari Rp30 triliun,” ujarnya.
Gus Ipul menegaskan, kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk melindungi kelompok pekerja, buruh, keluarga miskin, rentan, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurutnya, perlindungan sosial tidak hanya dimaknai sebagai bantuan, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran negara untuk menjaga daya beli, mengurangi beban hidup masyarakat, dan memastikan kelompok rentan tidak tertinggal.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































