Menuju konten utama

Gus Ipul Klaim Siswa SR Makin Sehat, Seragam Sampai Tak Muat

Peningkatan kondisi fisik siswa tidak terlepas dari pemenuhan kebutuhan dasar yang diterapkan di Sekolah Rakyat.

Gus Ipul Klaim Siswa SR Makin Sehat, Seragam Sampai Tak Muat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan paparan saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 Serang di kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Banten, Rabu (15/10/2025). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/rwa.

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengklaim kondisi kesehatan siswa Sekolah Rakyat (SR) menunjukkan peningkatan signifikan setelah enam bulan program berjalan. Salah satu indikatornya adalah bertambahnya berat dan tinggi badan siswa hingga seragam sekolah tidak lagi muat dalam waktu tiga bulan.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul dalam sambutan peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Ia melaporkan langsung perkembangan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam acara tersebut.

“Enam bulan berjalan, perubahan yang kami lihat adalah pada kesehatan anak-anak. Berat dan tinggi badan mereka meningkat, kebugaran membaik, dan anemia menurun. Bahkan tidak sedikit seragam sekolah yang sudah tidak lagi muat dalam waktu tiga bulan,” kata Gus Ipul.

Menurut dia, peningkatan kondisi fisik siswa tidak terlepas dari pemenuhan kebutuhan dasar yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Mulai dari cek kesehatan gratis hingga pemenuhan gizi harian.

“Cek kesehatan gratis sebagai bagian dari program prioritas bapak presiden, pemenuhan gizi tiga kali makan dua kali snack setiap hari,” ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang sebagai ekosistem pendidikan dan perlindungan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.

Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto dan ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Hingga saat ini, program tersebut telah berjalan di 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan total hampir 16 ribu siswa.

Selain pendidikan formal, siswa juga mendapatkan pembinaan kesehatan, kedisiplinan, serta pendampingan psikologis.

Ia menambahkan, perubahan juga terlihat pada perilaku dan mental siswa.

Anak-anak dinilai menjadi lebih disiplin, lebih mandiri, dan lebih siap mengikuti proses pembelajaran.

“Terlihat sederhana tapi sangat mendasar sebagaimana pesan bapak presiden. Anak yang sehat memiliki kesempatan untuk belajar yang lebih baik,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH RAKYAT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah