Menuju konten utama

Gus Ipul Besuk Korban Banjir Bali dan Serahkan Santunan Kematian

Mensos Gus Ipul menjenguk korban banjir Bali yang sedang dirawat di RS. Gus Ipul juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dan luka.

Gus Ipul Besuk Korban Banjir Bali dan Serahkan Santunan Kematian
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjenguk Muiz Nizar Husein (50), salah satu korban luka akibat banjir Bali yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah Denpasar, Jumat (12/9/2025). (FOTO/dok. Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengunjungi Muiz Nizar Husein (50), salah satu korban banjir Bali yang saat ini sedang dirawat di RSUP Prof Ngoerah Denpasar.

"Kita lihat tadi kondisinya membaik, mendapatkan perawatan yang cukup baik pula ya, dan ditangani dengan profesional. Insya Allah, mudah-mudahan kondisinya terus membaik," kata Gus Ipul di RSUP Prof Ngoerah Denpasar, Bali, Jumat (12/9/2025).

Gus Ipul menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberi atensi penuh terhadap penanganan banjir di Bali. Karena itu, sejumlah kementerian dan lembaga bersinergi dalam upaya penanggulangan dampak bencana tersebut.

"Tentu bencana banjir ini mendapatkan perhatian langsung dari Presiden. Presiden mengikuti dengan baik penanganan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang langsung dipimpin oleh Pak Letjen Suharyanto. Sementara kami (Kemensos) membantu dari sisi shelter dan logistik," kata dia.

Di Bali, Kemensos telah mendirikan pos pengungsian, dapur umum, serta menyalurkan kebutuhan dasar ke warga terdampak. Langkah penanganan dampak bencana lainnya dari Kemensos adalah penyediaan layanan psikososial, pemberian santunan ke korban luka maupun meninggal, hingga penyediaan perlengkapan darurat seperti tenda, kasur lipat, pakaian, dan toilet portable.

"Kami punya lumbung-lumbung sosial yang bekerjasama dengan pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten, kota. Di mana di dalam lumbung-lumbung itu ada semacam bahan-bahan yang dibutuhkan saat masa kedaruratan. Mulai dari permakanan, kemudian kids ware, pakaian untuk ibu-ibu, kasur lipat tenda, dan juga toilet portable," ujar Gus Ipul.

Dalam kunjungannya ke Bali, Gus Ipul pun menyerahkan santunan kepada Muiz. Selain menderita luka, Muiz kehilangan istrinya Nadira (48) dan ibu mertuanya, Maimun (82), yang meninggal akibat terseret banjir. Kemensos menyalurkan santunan Rp15 juta untuk ahli waris korban meninggal serta Rp5 juta bagi korban luka.

"Untuk penanggulangan bencana banjir bandang, Kementerian Sosial sudah menyalurkan lebih dari Rp 2 miliar, khusus di Bali. Dalam bentuk bantuan logistik dan santunan," jelas Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengapresiasi keterlibatan banyak pihak dalam penanganan bencana di Bali, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat yang gotong royong membantu korban.

"Saya juga terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu dalam menangani bencana banjir. Terima kasih kepada Provinsi Bali yang juga cekatan cepat dalam melakukan langkah-langkah penanganan," katanya.

Data BNPB menunjukkan, hingga Kamis sore, jumlah korban meninggal akibat banjir di Bali mencapai 16 orang. Para korban itu tersebar di Kota Denpasar (10), Jembrana (2), Gianyar (3), dan Badung (1). Saat ini, banjir mulai surut dan aktivitas masyarakat Bali berangsur kembali normal.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis