George Peabody Bapak Filantropi Modern, Jejaknya Diikuti Bill Gates

Oleh: Agung DH - 16 Maret 2018
Dibaca Normal 2 menit
Google Doodle merayakan George Peabody saat meraih Medali Emas Kongres Amerika Serikat pada 16 Maret 1867. Sebagai pengusaha sukses, George berjasa kepada kemajuan pendidikan.
tirto.id - Google Doodle pada hari ini, Jumat (16/3/2018) merayakan George Peabody bapak filantropi modern, saat meraih Medali Emas Kongres Amerika Serikat pada 16 Maret 1867. Penghargaan itu diberikan kepada Peabody karena menyumbang 2 juta dolar AS (setara Rp493 miliar sesuai kurs hari ini) bagi kemajuan pendidikan di Amerika saat itu.

Jejak filantropi Peabody kemudian diikuti oleh pengusaha sukses Amerika Serikat modern seperti Andrew Carnegie, John D. Rockefeller, dan Bill Gates. Bill Gates memberikan donasi sebesar 27 miliar dolar AS untuk membantu program bantuan kemanusiaan di seluruh dunia.

Masa Kecil George Peabody

George Peabody lahir pada 18 Februari 1795 di Danvers, Massachusetts, Amerika Serikat (sekarang disebut Peabody Massacgusetts). Ia lahir dalam keluarga kelas menegah pasangan Thomas dan Judith Peabody. Dia mendapatkan pendidikan formal sangat minim sedikit karena terpaksa putus sekolah pada usia 11 tahun. Ia hanya bisa membaca dan menulis.

Belakangan ia pergi ke New York untuk bekerja magang di sebuah toko grosir. Ia kemudian belajar secara otodidak dengan menghabiskan waktunya di perpustakaan YMCA. Ia menyebut perpustakaan itu sebagai "almamaternya". Kondisi ini yang menginspirasinya untuk berderma di bidang pendidikan.

Awal George Peabody Merintis Bisnis

Jalan hidup George Peabody mulai berubah saat ia menjadi sukarelawan dalam perang 1812. Saat itu Peabody bertemu dengan Elisa Riggs dari Baltimore. Pada tahun 1814, Riggs memberikan modal untuk mendirikan perusahaan grosir barang kering bernama Peabody, Riggs, & Company. Bisnis ini berkembang dan kemudian mendirikan cabang di Baltimore, Philadelphia dan New York.

Pada 1816, Peabody pindah dari New York ke Baltimore, Maryland. Ia tinggal di kota itu selama 20 tahun. Pada 1827 George Peabody pergi ke Inggris pada tahun untuk memperluas bisnisnya. Ia membeli barang dagangan dan menegosiasikan penjualan kapas Amerika di Lancashire.

Bisnis Peabody juga berkembang ke sektor perbankan. Ia mendirikan perusahaan khusus valuta asing dan sekuritas bernama George Peabody and Company. Pada tahun 1835, ia berperan penting dalam mengatur pinjaman untuk Maryland, yang pada saat itu hampir pailit.

Selain itu, Peabody juga mendirikan perusahaan jaringan rel kereta api bernama Eastern Railrod pada 1836, salah satu perusahaan rel kereta pertama di New England.

Setahun kemudian, Peabody memilih menetap secara permanen di London sembari menjalankan bisnisnya di Amerika Serikat.

Ketika terjadi Panic 1837—krisis keuangan di Amerika Serikat—naluri bisnis Peabody muncul. Ia membeli sejumlah besar surat berharga dan memberikan kredit kepada sejumlah pengusaha yang terancam bangkrut. Sebagai gantinya, setelah kondisi ekonomi pulih, dia mendapatkan keuntungan. Dia menerapkan taktik serupa saat terjadi Panic 1857. Banknya mengadakan kemitraan dengan Junius Morgan, ayah dari J. P. Morgan, pada 1854.


Alasan George Peabody Melakukan Gerakan Filantropi

Pada pertengahan abad ke-19 George Peabody mencapai puncak kesuksesan. Namun kondisi kontradiktif terjadi di lingkungannya. Arus modernisasi dan kapitalisasi di Inggris menyebabkan terjadinya urbanisasi besar-besaran ke London. Hal ini berakibat pada masalah sosial, yakni meningkatnya pengangguran, gelandangan dan tunawisma.

Lantaran situasi tersebut, George Peobady mulai tergerak melakukan gerakan filantropi tanpa embel-embel agama dan politik. Ia lantas mendirikan sejumlah lembaga donasi bernama Peabody Trust pada 1862. Lembaga donasi ini masih berlanjut sampai hari ini untuk menyediakan perumahan bersubsidi bagi para pekerja dan orang-orang miskin di London.

Di Amerika, Peabody mendirikan dan mendukung banyak institusi di New England dan tempat lain. Pada penutupan Perang Sipil Amerika (1861–1865), dia mendirikan Peabody Education Fund untuk "mendorong pendidikan intelektual, moral, dan industri anak-anak miskin di Amerika Serikat bagian selatan." Pada 1857 ia mendirikan Institut Peabody, akademi musik pertama di Amerika Serikat.

George Peabody diketahui telah menyumbang lebih dari 8 juta dolar AS, antara lain untuk:
  • 1852: The Peabody Institute (sekarang Perpustakaan Institut Peabody), Peabody, Massachusetts: $ 217.000
  • 1856: The Peabody Institute, Danvers, Massachusetts: $ 100.000
  • 1857: The Peabody Institute, Baltimore: $ 1.400.000
  • 1862: The Peabody Donation Fund, London: $ 2.500.000
  • 1866: The Peabody Museum Arkeologi dan Etnologi, Universitas Harvard
  • 1866: Museum Sejarah Alam Peabody, Universitas Yale: $ 150.000
  • 1867: Museum Peabody Essex, Salem, Massachusetts: $ 140.000
  • 1867: The Peabody Institute, Georgetown, District of Columbia: $ 15.000 (sekarang Ruang Peabody, Cabang Georgetown, Perpustakaan Umum DC).
  • 1867: Peabody Education Fund: $ 2.000.000

Gelar dan Penghargaan untuk George Peabody

Karena dianggap berjasa bagi masyarakat Inggris, George Peabody pernah dianugerahi gelar Freeman of the city of London pada 1962, sebuah penghargaan tertinggi di Inggris. Pada 1867, Oxford memberinya gelar kehormatan Doctor Civilis Legis. Tapi George Peabody menolak menerima gelar bangsawan dari Ratu Victoria.

Sedangkan dari Amerika Serikat, George Peabody mendapatkan penghargaan medali emas medali pada 16 Maret 1867, sebagaimana dirayakan Google Doodle hari ini.

George Peabody--yang tidak pernah menikah sepanjang hidupnya--meninggal dunia di London pada 4 November 1869, pada usia 74. Atas permintaan Dekan Westminster, dan dengan persetujuan Ratu, Peabody diberi penguburan sementara di Westminster Abbey. Namun dalam surat wasiatnya, Peabody menyampaikan ia ingin dikuburkan di kota kelahirannya, Danvers, Massachusetts.

Perdana Menteri Inggris saat itu William Ewart Gladstone akhirnya mengatur agar Peabody tetap dikembalikan ke Amerika menggunakan kapal HMS Monarch, kapal terbaru dan terbesar di Angkatan Laut Inggris. George Peabody akhirnya dimakamkan di kota asalnya Davers yang kemudian berganti nama menjadi Peabody untuk menghormati jasa-jasanya.



Baca juga artikel terkait GOOGLE DOODLE atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - Humaniora)

Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH
DarkLight