tirto.id - Sebanyak 3.645 jiwa dari 972 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sikka masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa bermagnitudo 7,7 mengguncang daerah itu.
Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, terdapat 3.340 jiwa dari 892 KK yang masih mengungsi di Palue. Sementara pengungsi lainnya tersebar di Kecamatan Nita dan Kangae.
Data tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing, dalam rapat konsolidasi percepatan penanganan darurat bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (3/9/2026).
Rapat yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut digelar dari Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka sekitar pukul 13.00 Wita. Pet Poling didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sikka, Yosef Rikardus.
Pertemuan itu melibatkan pemerintah pusat dan sejumlah daerah terdampak gempa di Pulau Flores. Selain Sikka, rapat juga diikuti Kalak BPBD Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo, bersama Direktur Posko Pendamping Nasional, PIC Posko Sub Satgas Bandara Frans Seda Maumere, serta BNPB Pusat.
Dalam pemaparannya, Pet Poling menyampaikan perkembangan penanganan darurat di Kabupaten Sikka, termasuk kondisi terkini pengungsi, penerimaan dan distribusi bantuan logistik serta peralatan, kebutuhan bantuan yang masih diperlukan, hingga status tanggap darurat bencana.

Tingginya jumlah pengungsi di Palue tidak terlepas dari dampak gempa yang cukup besar dirasakan warga di wilayah tersebut.
Pet Poling mengatakan, pada masa perpanjangan status tanggap darurat, distribusi bantuan logistik dan peralatan lebih banyak diarahkan ke Palue karena tingkat kerusakan yang dialami masyarakat cukup tinggi.
"Distribusi bantuan logistik dan peralatan pada masa perpanjangan tanggap darurat ini lebih banyak disalurkan ke Palue karena tingkat kerusakan yang dialami sangat tinggi," kata Pet Poling dalam rapat tersebut.
Namun, untuk data realisasi distribusi bantuan secara keseluruhan, BPBD Sikka masih melakukan perapian data. Menurut Pet Poling, proses tersebut masih menunggu berita acara serah terima bantuan dari masing-masing kecamatan.
Di sisi lain, pemerintah mulai mendorong warga yang masih mengungsi untuk secara bertahap meninggalkan lokasi pengungsian, terutama mereka yang memiliki tempat tinggal atau keluarga yang dapat menjadi tempat berlindung.
"Pemkab Sikka terus mengimbau kepada para pengungsi untuk mulai meninggalkan lokasi pengungsian dan kembali ke rumah keluarga karena kondisi mulai membaik," ujar Pet Poling.
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id