Menuju konten utama

Gemas Datangi Mensos Sampaikan Penolakan Gelar Pahlawan Soeharto

Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi dari Gemas tersebut dan akan dijadikan sebagai pertimbangan.

Gemas Datangi Mensos Sampaikan Penolakan Gelar Pahlawan Soeharto
Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, menerima audiensi Gerakan Masyarakat Adili Suharto yang menyuarakan penolakan pemberian gelar pahlawan kepada presiden ke-2 tersebut, Kamis (13/5/2025). tirto.id/ Ayu Mumpuni.

tirto.id - Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, menerima audiensi koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adili Soeharto (Gemas). Beberapa aktivis gerakan sipil juga terlihat hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dan Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti.

Jane Rosalina sebagai perwakilan koalisi menyatakan bahwa gerakan ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat sipil dalam proses pengusungan gelar pahlawan. Mereka menyuarakan bahwa Soeharto tidak laik mendapatkan gelar pahlawan nasional.

"Kami menyerahkan tiga dokumen. Yang pertama terkait dengan tanggapan Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto terkait dengan argumentasi penolakan yang sudah kami susun secar konstruktif dan kami juga lampirkan dengan literatur maupun rujukan-rujukan," ucap Jane di Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2025).

Gemas juga menyerahkan bukti petisi menolak pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto yang telah ditandatangani 6.000 masyarakat sipil.

Usman Hamid menambahkan bahwa Soeharto tidak laik untuk diberikan gelar pahlawan nasional karena tak memenuhi sejumlah persyaratan. Soeharto dinilai tidak mempunyai integritas moral dan keteladanan sebagai pemimpin.

"Mantan Presiden Soeharto bukanlah sosok yang punya integritas moral dan keteladanan. Tidak ada juga nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan. Hanya ada rekam jejak kasus korupsi, kolusi, nepotisme, bahkan pelanggaran hak asasi manusia," ujar Usman.

Sementara itu, Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi dari Gemas tersebut dan akan dijadikan sebagai pertimbangan. Dia juga memastikan bahwa pengusulan pemberian gelar pahlawan kepada nama-nama yang diajukan akan tetap sesuai prosedur.

"Kami tentu mendengar apa yang menjadi masukan dari Bapak Ibu sekalian. Dalam tim yang dibuat oleh Kementerian Sosial, itu terdiri dari banyak tokoh, banyak akademisi, sejarawan, yang semuanya pasti akan mempertimbangkan penyusunan itu dari semua sisi," kata Gus Ipul.

Baca juga artikel terkait GELAR PAHLAWAN NASIONAL atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi