tirto.id - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Jakarta sukses menyelenggarakan seminar internasional bertajuk "The Middle East Conflict and The Future of the Multipolar World" di Auditorium Gedung Muhammad Yamin, Kamis (16/4). Wakil Dekan FISIP Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Musa Maliki, Ph.D menerangkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata tanggung jawab moral akademik dalam merespons krisis global.
"Kami merasa perlu menyuarakan realitas dari pihak yang sering ditekan oleh dominasi media-media Amerika Serikat dan Israel yang cenderung memberitakan pihak tertentu hanya sebagai ancaman global. Tanpa ruang diskusi seperti ini, publik global tidak akan mengetahui realitas yang objektif," jelas Musa.
Isu sentral dalam pertemuan ini adalah bagaimana propaganda telah menggantikan riset objektif dalam memandang konflik Timur Tengah. Dunia dinilai sedang mengalami "krisis informasi" akut akibat narasi tunggal yang dikonstruksi selama puluhan tahun untuk menyudutkan pihak tertentu sebagai ancaman global.
Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, menuding adanya upaya sistematis untuk mengaburkan fakta di lapangan melalui propaganda. Salah satu poin krusial yang diangkat adalah dampak "Perang Ramadan" selama 39 hari, di mana ia membeberkan klaim serangan yang menewaskan 168 anak sekolah dasar dan penghancuran banyak rumah ibadah, fakta yang menurutnya kerap luput dari sorotan media utama Barat.
Menagih Hukum Internasional di Tengah Agresi Senada dengan Taheran, Duta Besar Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov menyoroti bagaimana penggunaan kekuatan militer sepihak oleh AS telah merusak tatanan hukum internasional. Moskow menilai bahwa sistem politik global saat ini sedang dipaksa tunduk pada kepentingan unipolar yang mengabaikan kedaulatan negara lain.
Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus, menutup dengan catatan bahwa transformasi geopolitik ini menuntut Indonesia untuk tidak tinggal diam. Dengan prinsip politik luar negeri Bebas Aktif, Indonesia dinilai memiliki posisi unik untuk tetap berdaulat dan kritis di tengah gesekan kekuatan besar dunia yang sedang menuju tatanan multipolar.
Editor: Tirto Creative Lab
Masuk tirto.id

































