tirto.id - Kabar gembira bagi pecinta sinema tanah air. IP (Intellectual Property) legendaris Garuda di Dadaku yang dulu sukses memikat hati jutaan penonton lewat format live-action melalui kisah Bayu, kini resmi berlanjut dan bertransformasi menjadi film animasi 3D murni. Langkah berani ini diambil oleh BASE Entertainment dan KAWI Animation untuk memperluas cerita serta mengeksplorasi imajinasi fantasi sepak bola tanpa batas.
Napas patriotisme film ini tidak hanya terperangkap di dalam skenario, tetapi juga mengalir kuat di balik layarnya. Sutradara Ronny Gani, yang telah bertahun-tahun sukses berkarier di luar negeri dan dipercaya menggarap film-film action superhero berskala global, memilih untuk pulang ke Indonesia demi memajukan industri animasi tanah air.
Bagi Ronny, menggarap film animasi Garuda di Dadaku membawa kedekatan emosional yang jauh lebih intim. Jika film action cenderung menjadi eye candy yang mengandalkan visual megah, proyek ini dirancang khusus untuk menyentuh level emosional terdalam penonton lewat kisah perjuangan mengejar mimpi yang sangat dekat dengan hati masyarakat Indonesia.
Kolaborasi Raksasa Kreator Lokal
Bukan sekadar proyek film animasi biasa, Garuda di Dadaku versi baru ini mencetak skala kolaborasi raksasa di industri kreatif tanah air. Produksinya menggerakkan lebih dari 17 studio animasi lokal termasuk nama-nama besar seperti Imaji Studio, Manimonki, Leomotions, hingga Brown Bag Films Bali serta melibatkan lebih dari 550 animator asli Indonesia.
Menariknya, di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan, seluruh visual film ini murni digarap secara manual tanpa menggunakan AI sama sekali. Dedikasi tinggi ini pun langsung membuahkan prestasi internasional. Garuda di Dadaku sukses menembus nominasi kategori Animation di ajang bergengsi Golden Goblet Awards dalam Shanghai International Film Festival 2026.
Menghidupkan Mimpi Baru Lewat Karakter Putra
Secara narasi, film yang ditulis oleh Sofia Lo dan Makbul Mubarak ini berfokus pada karakter baru bernama Putra (Keanu Azka). Putra digambarkan sebagai seorang anak laki-laki dengan keterbatasan fisik berupa penyakit asma, namun memiliki determinasi tinggi untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
Di tengah keraguan, ia ditemani oleh sahabatnya, Naya, serta Gaga (Kristo Immanuel) sosok Garuda kecil magis yang menjadi simbol motivasi. Melalui dinamika ini, film ingin menyampaikan pesan kuat bahwa disiplin dan konsistensi selangkah demi selangkah bisa mengalahkan skill pada akhirnya.
Daya tarik film ini semakin solid dengan deretan pengisi suara papan atas seperti Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Ringgo Agus Rahman, Sal Priadi, Zee Asadel, Emir Mahira, hingga komika Oki Rengga. Istimewanya, bintang bek Tim Nasional Indonesia, Rizky Ridho, juga memberikan kejutan dengan terlibat langsung sebagai pengisi suara karakter bernama Saka Garuda.
Soundtrack film ini dipastikan semakin megah lewat lagu tema legendaris "Garuda Di Dadaku" yang dibawakan kembali oleh Isyana Sarasvati dan “Bersama Sang Garuda” yang dinyanyikan oleh Quinn Salman.
Film animasi Garuda di Dadaku bakal tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.
Masuk tirto.id

































