tirto.id - FIFA dituding telah melanggar regulasi pertandingan alias Law of The Game ketika final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chesea vs PSG (Paris Saint-Germain), pada Senin (14/7/2025) dini hari tadi.
Dalam final FIFA Club World Cup 2025 yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat tersebut, durasi jeda istirahat babak pertama berlangsung hingga 24 menit.
Akhir pertandingan, The Blues keluar sebagai juara usai menggulung Les Parisiens dengan 3 gol tanpa balas. Seluruh gol Chelsea dilesakkan pada babak pertam, berasal dari brace Cole Palmer (22’, 30’), serta Joao Pedro (43’).
Jeda Turun Minum Babak Pertama Hingga 24 Menit
Selain kejutan hasil final FIFA CWC 2025 yang memperlihatkan dominasi Chelsea atas tim unggulan PSG, laga final dini hari tadi juga diwarnai kericuhan yang melibatkan kedua tim usai laga.
Akan tetapi sebelum itu, ketika jeda turun minum babak pertama hal tak lazim dalam pertandingan resmi sepak bola juga terjadi saat jeda istirahat memakan waktu hingga 24 menit.
Fase turun minum yang menghabiskan waktu sampai 24 menit jelas melampaui batas yang telah ditetapkan dalam Law of The Game pertandingan resmi sepak bola FIFA.
Mengacu peraturan sepak bola dengan standar regulasi yang ditetapkan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (International Football Association Board/IFAB) pasal 7.2, lama pertandingan masing-masing babak waktu normal 45 menit, kemudian durasi jeda isirahat maksimal 15 menit.
Molornya waktu istirahat ketika final Piala Dunia Antarklub antara PSG vs Chelsea, terjadi lantaran imbas pertunjukan musik yang berlangsung saat jeda.
Konsep tersebut menyerupai format pertunjukan ketika jeda pertandingan yang biasa diterapkan dalam event Super Bowl di Amerika Serikat.
Pertunjukan musik di final FIFA CWC 2025 antara lain menampilkan Robbie Williams, dan beberapa artis lain.
Sontak saja insiden jeda 24 menit ini menuai banyak kritik yang tertuju kepada FIFA. Badan tertinggi sepak bola dunia tersebut dinilai terlalu condong kepada faktor komersial, hingga mengabaikan hukum pertandingan buatannya sendiri.
"Apa gunanya FIFA mengatakan mereka menjunjung tinggi Hukum Pertandingan, ketika mengabaikan jeda waktu istirahat maksimum 15 menit, agar Infantino (Presiden FIFA) dapat mengadakan pertunjukan selama 24 menit ini?" tulis Martyn Ziegler, seorang kepala reporter The Times di platform X.
Sebelum ini keputusan FIFA untuk menggelar Piala Dunia Antarklub 2025 yang diikuti total 32 tim juga sempat menuai kritikan. Mereka dinilai terlalu mengabaikan periode istirahat para pemain, dengan bertambahnya jumlah pertandingan.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































