tirto.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, agar sebagian biaya subsidi dan kompensasi sektor energi dibayar menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, ini akan memudahkan perusahaan-perusahaan BUMN seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dalam merealisasikan impor energi.
“Kemarin (bertemu) dengan (Menteri) ESDM dan Bu Menkeu. Bu Menkeu sangat-sangat suportif ketika kami mengusulkan mungkinkan subsidi, kompensasi itu sebagian dibayarkan dengan sistem pembayaran tidak hanya rupiah, tapi dolar AS,” beber Erick, kepada awak media, di Kantor Kementerian BUMN, dikutip Selasa (6/5/2025).
Pembayaran sebagian subsidi dan kompensasi menggunakan dolar, dinilai tidak akan terlalu sulit untuk dilakukan karena anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, Pertamina dan PLN juga merupakan perusahaan yang dimiliki negara.
“Dibandingkan kami (harus) mencari dolar sendiri. Toh, kita satu keluarga besar. Apakah BI (Bank Indonesia), apakah Kemenkeu, apakah Pertamina, apakah PLN, kan kita keluarga besar bangsa Indonesia merah putih,” imbuh dia.
Selain itu, upaya ini juga diharapkan dapat meringankan beban perusahaan-perusahaan BUMN, utamanya dalam kondisi gejolak ekonomi global yang kerap kali menimbulkan tekanan terhadap rupiah. Pada saat yang sama, upaya ini juga diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan perusahaan-perusahaan BUMN.
Apalagi, dengan impor energi menggunakan dolar, subsidi dan kompensasi yang dibayarkan menggunakan mata uang Garuda jelas akan terlihat lebih kecil nilainya.
“Ibu Menkeu sangat responsif. Nah, ini salah satunya kita menjaga juga agar nilai tukar (rupiah) tidak tertekan dan kita juga menjaga bagaimana kesehatan BUMN,” sambung Erick.
Perlu diketahui, berdasar data Kementerian Keuangan, realisasi belanja dan subsidi energi sampai Maret 2025 telah mencapai Rp32,2 triliun. Sementara, anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk sepanjang tahun 2025 dialokasikan sebesar Rp394,3 triliun, naik 1,91 persen dibandingkan realisasi pembayaran kompensasi dan subsidi energi 2024 yang senilai Rp386,9 triliun.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































