Ekspor CPO Dibuka, TBS Sawit Jatuh di Bawah Harga Penetapan Dinas

Reporter: Dwi Aditya Putra - 23 Mei 2022 12:44 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Harga rata-rata TBS kelompok petani swadaya saat ini di kisaran Rp2.011 per kg dan di petani bermitra Rp2.548 per kg.
tirto.id - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mencatat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani jatuh di bawah harga dari yang ditetapkan oleh dinas perkebunan. Rerata harga TBS untuk kelompok petani swadaya (mandiri) turun 35 persen dan petani bermitra/plasma turun 20 persen.

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Manurung mengatakan, harga rata-rata TBS kelompok petani swadaya saat ini berada di kisaran Rp2.011 per kg dan di petani bermitra Rp2.548 per kg. Sedangkan harga rata-rata ditetapkan oleh dinas perkebunan yakni mencapai Rp3.412 per kg.

“Masih belum tercapainya harga ditetapkan Dinas Perkebunan terhadap diterima petani ini akibat masih adanya dari beberapa pabrik tidak menyerap TBS petani," kata Gulat kepada reporter Tirto, Senin (23/5/2022).

Gulat menekankan tidak ada lagi alasan pabrik mengatakan mengurangi pembelian TBS karena tidak ada ekspor. Menurutnya permasalahan ini seharusnya sudah selesai, pasca pemerintah mencabut larangan ekspor minyak goreng mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

“Kami minta pabrik ikuti tata cara penetapan harga dinas perkebunan," kata Gulat.

Di sisi lain, Gulat melihat belum kokohnya harga TBS di tingkat petani lantaran para eksportir sawit dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) masih ragu untuk mengambil sikap. Ini setelah pemerintah mewacanakan kembali pemenuhan kebutuhan domestik (domestic market obligation/ DMO).

"Tentu ini menjadi 'pertanyaan' bagi stakeholder sawit. Karena Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto tidak dengan rinci menjelaskan tatacara pelaksanaan DMO tersebut. Apalagi DMO dan DPO pernah gagal sebelumnya," kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya sempat meminta kepada seluruh perusahaan CPO untuk membeli TBS kelapa sawit milik petani dengan harga wajar. Hal ini merespons anjloknya harga TBS ditingkat petani akibat larangan ekspor CPO.

"Tentunya bagi para perusahaan CPO dapat membeli TBS dari petani pada tingkat harga yang wajar," kata Airlangga dalam konferensi pers Pelaksanaan Kebijakan Pembukaan Kembali Ekspor Minyak Goreng, di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Airlangga mengharapkan dengan dibukanya keran ekspor CPO kembali, maka harga TBS di tingkat petani bisa kembali meningkat.

Di samping itu, lanjut Airlangga untuk menjamin pembelian harga TBS di tingkat petani, pemerintah juga akan membuat peraturan teknis yang tentu saja akan melibatkan pemerintah daerah.

"Harga TBS dari petani akan dilakukan pengaturan yang melibatkan pemda," katanya.


Baca juga artikel terkait HARGA TBS DI PETANI atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz

DarkLight