tirto.id - Eks Stafsus Nadiem Makarim, Fiona Handayani, rampung diperiksa penyidik Kejaksaan Agung pukul 20.00 WIB, Selasa (5/8/2025). Penyidik mencecar Fiona yang diperiksa selama 11 jam itu dengan 70 pertanyaan.
Fiona diperiksa terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.
"Jadi, bagaimana komunikasinya selama bekerja kemudian ya hanya sebatas bagaimana bentuk komunikasi selama bekerja, untuk dalam pemilihan Chromebook. Tidak ada penjelasan terkait pemilihan sebenarnya dua arah yang dilakukan tetap Chromebook dan Windows," ucap Pengacara Fiona, Indra Haposan Sihombing, di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa malam.
Indra menerangkan kepada penyidik, kliennya menjelaskan hanya mengikuti rapat awal terkait penentuan penggunaan Chromebook. Sedangkan saat rapat penentuan penggunaan Chromebook, Fiona tidak mengikutinya.
"Intinya mengenai finalisasi atau pengadaan, klien kami tidak ikut. Cuma menurut teman-teman penyidik sudah dibuat keputusan. Cuma kami sampaikan belum. Yang mengambil keputusan, sekali lagi kami bilang, saksi ini tidak mengetahui, tidak ikut membuat keputusan," ungkap Indra.
Menurut Indra, kliennya hanya mengetahui mengenai pemberian pelatihan dari pihak Google. Pelatihan itu bahkan dilakukan oleh Google tanpa menggunakan anggaran Kemendikbudristek saat itu.
Lebih lanjut, Indra menyampaikan, kliennya juga tidak mengetahui adanya kick back yang diberikan dari pengadaan Chromebook ini, termasuk dari Google. Padahal, informasi yang beredar bahwa kick back diterima sebanyak 30%.
"Tidak ada (kick back yang Fiona terima), BAP-BAP sebelumnya bahkan kita tahu, tidak ada namanya kick back 30%, itu sudah kami sampaikan berulang kali, bahkan tidak ada juga sampai sekarang yang menjadi bukti kick back 30% tidak ada, gitu loh," ujar Indra.
Indra juga menegaskan kliennya tidak mengetahui mengenai investasi ke GoTo yang disebut berkaitan dengan pengalihan keuntungan proyek Chromebook ini.
Sebagai salah satu Stafsus, kata Indra, tugas Fiona bukan menjadi penghubung antara Nadiem dengan GoTo. Oleh karena itu, dia memastikan investasi ke GoTo dari Google yang selama ini beredar, tidak pernah diketahuinya.
"Sudah (dijelaskan), mbak Fiona sudah ditanya terkait investasi GoTo. Cuman kan dia engga tahu, dia enggak mengerti. Karena dia bukan berarti menghubungkan Mas Nadiem ke Kementerian dan dengan GoTo," tutur Indra.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































