Menuju konten utama

Dua Jemaah Haji Wafat di Arab Saudi, Total Jadi Lima Orang

Tercatat lima jemaah dirujuk ke KKHI, 89 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan 49 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Dua Jemaah Haji Wafat di Arab Saudi, Total Jadi Lima Orang
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Suci Annisa. Instagram/@kemenhaj.ri

tirto.id - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Suci Annisa, melaporkan dua jemaah haji Indonesia meninggal dunia sehingga total jemaah wafat menjadi lima orang hingga Kamis (30/4/2026). Saat ini, tercatat 49 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, kami sampaikan terdapat dua jemaah wafat atas nama Tukiman Sardi Kromo Karso usia 54 tahun dari PDG 04 asal Kota Bengkulu dan Dawanus Mahmud Muhammad Hasim usia 51 tahun dari BTH 05 asal Kabupaten Kampar, Riau," ujar Suci dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Kementerian Haji dan Umroh, Kamis (30/4).

Terkait kondisi jemaah yang sakit, Suci menjelaskan sebaran layanan kesehatan di beberapa fasilitas medis di Arab Saudi.

Sebanyak 5 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah dan 89 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.

"Hingga saat ini, sebanyak 49 orang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi," lanjutnya.

Mengenai data pemberangkatan, hingga saat ini sebanyak 138 kloter dengan total 54.604 jemaah telah diterbangkan ke Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.343 jemaah yang tergabung dalam 132 kloter telah tiba di Madinah dan menempati hotel-hotel yang disediakan.

Memasuki fase baru operasional haji, Suci mengonfirmasi bahwa sebagian jemaah mulai diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah pada hari ini.

"Pada hari ini, 30 April 2026, akan dimulai pergerakan jemaah haji dari Madinah ke Makkah untuk selanjutnya jemaah melakukan ibadah hingga masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," kata Suci.

Suci juga mengingatkan jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca di Madinah yang cukup ekstrem.

Suhu udara saat ini berkisar antara 35 hingga 38 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang rendah.

Cuaca panas dan aktivitas yang padat berpotensi menimbulkan kelelahan hingga gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

"Kami mengimbau jemaah untuk mengatur ritme ibadah secara bijak, antara lain dengan mengatur waktu ibadah dan tidak memaksakan diri, memperbanyak istirahat, mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pelindung seperti payung atau topi, serta mengonsumsi makanan bergizi secara teratur," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap kondisi kesehatan. Jemaah diminta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan kondisi fisik.

"Kami juga mengingatkan bahwa ibadah tidak hanya diukur dari intensitas, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesehatan dan kekhusyukan," ujar Suci.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher