Menuju konten utama

DPRD DKI Dukung Bantuan untuk Pemuka Agama dan Tempat Ibadah

DPRD DKI Jakarta dukung pemerataan bantuan pemuka agama & tempat ibadah lintas agama, serta memastikan penyaluran BOTI & insentif guna memperkuat kerukunan.

DPRD DKI Dukung Bantuan untuk Pemuka Agama dan Tempat Ibadah
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menghadiri kegiatan buka puasa bersama alim ulama, kiai, habaib, ustaz, dan ustazah di Balaikota DKI Jakarta. dok.DDJP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - DPRD DKI Jakarta mendukung pemerataan bantuan bagi pemuka agama dan tempat ibadah lintas agama di ibu kota. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjamin keadilan sosial, memperkuat kerukunan, serta meningkatkan kualitas layanan keagamaan di tengah masyarakat.

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyalurkan berbagai program bantuan, termasuk bantuan operasional tempat ibadah (BOTI) dan dukungan kegiatan keagamaan. Ia menyebut keberpihakan anggaran terhadap pemuka agama telah terlihat dalam alokasi APBD.

“Secara anggaran, keberpihakan pemerintah kepada para kiai cukup signifikan. Biaya operasional tempat ibadah dan umrah untuk marbut sudah dianggarkan,” ujar Khoirudin dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).

Khoirudin menegaskan, bantuan tersebut diberikan secara inklusif untuk seluruh agama, tidak terbatas pada masjid, tetapi juga gereja, vihara, dan tempat ibadah lainnya. Ia berharap distribusi bantuan ke depan semakin optimal dan menjangkau lebih banyak penerima.

"Mudah-mudahan ke depan layanan bantuan operasional tempat ibadah akan semakin masif," imbuh Khoirudin.

Senada, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan pemerintah telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada pemuka agama dan pengelola tempat ibadah.

"Bantuan operasional tempat ibadah atau BOTI telah disalurkan. Insentif bagi imam masjid, guru ngaji masjid, guru ngaji musala, marbot masjid, serta petugas pemulasaran jenazah juga telah diberikan," terang Rano.

Rano berharap dukungan tersebut bermanfaat bagi para pemuka agama yang berperan di masyarakat.

"Ini merupakan bentuk penghargaan kepada mereka yang selama ini menjaga kehidupan keagamaan," tuturnya.

Menjaga Stabilitas

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar buka puasa bersama para alim ulama, kiai, habaib, ustaz, dan ustazah di Balai Kota, Selasa (17/3). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Pramono Anung, jajaran DPRD, serta pemuka agama dari berbagai wilayah. Kehadiran para alim ulama dan habaib dari berbagai wilayah di Jakarta menambah kekhidmatan suasana Ramadan.

Menurut Khoirudin, forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama, sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman Jakarta.

"Ini saya berikan apresiasi tinggi karena di sini berkumpul para simpul masyarakat. Para kiai dan ulama adalah simpul masyarakat yang diajak untuk menjaga Jakarta," kata dia.

Khoirudin menambahkan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

"Kegiatan tersebut akan semakin menguatkan tali silaturahmi dan hubungan kebangsaan," terang Khoirudin.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis