Menuju konten utama

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Dasco mengapresiasi kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China (PBOC).

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. FOTO/DPR RI.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi upaya Bank Indonesia (BI) yang telah melakukan langkah konkret untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

Apresiasi itu diberikan oleh Dasco merespons penandatanganan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dengan Gubernur People’s Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng pada 11 Juni 2026 di Shanghai, China.

"Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong bisa lakukan dengan menggunakan rupiah atau renminbi tanpa harus menggantungkan pada dolar Amerika Serikat," kata Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/11/2026).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Local Currency Transaction (LCT) diperluas mencakup wilayah Hong Kong. Ikut mendantangani MoU itu adalah Eddie Yue, Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA).

Dasco juga mengatakan, dalam MoU itu disepakati QRIS lintas batas Indonesia dengan China. Sehingga, transaksi antara pengusaha China dan Indonesia bisa menggunakan QRIS antaranegara.

"Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia semuanya terhubung," katanya.

Dasco mengungkapkan dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China maka transaksi export-import Indonesia dengan China yang pada 2025 mencapai USD154,5 miliar bisa menggunakan LCT, yaitu rupiah dengan renminbi tanpa bergantung lagi dengan dollar Amerika Serikat.

"Ini upaya yang sangat serius mengurangi kebutuhan dollar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakannya QRIS lintas negara antara Indonesia-China. Hal ini dilakukan BI untuk memperkuat Rupiah," katanya.

Penulis: Tim Media Servis