Menuju konten utama

DPD RI Dukung Gerakan Patungan Beli Hutan

Dia juga menilai munculnya gerakan patungan membeli hutan itu merupakan pesan untuk pemerintah agar tidak hanya terus memanfaatkan kekayaan alam.

DPD RI Dukung Gerakan Patungan Beli Hutan
Suasana hutan yang sudah dirambah di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka,Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (8/12/2025). Bencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut disebabkan adanya perambahan hutan, dimana sebelumnya banyak tanaman karet dan durian, kini mulai ditanami sawit. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, mendukung gerakan patungan membeli hutan yang digagas oleh organisasi non-pemerintah pegiat lingkungan, Pandawara Group.

Dia memandang bahwa gerakan itu merupakan bentuk pesan untuk pemerintah RI agar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, dengan menetapkan kebijakan yang tak merugikan lingkungan, alih-alih hanya sekedar mengedepankan keuntungan.

“Itulah sebenarnya refleksi bahwa kami punya konsep green demokrasi. Itu jelas bahwa negara ke depan harus memastikan setiap kebijakan ekonomi harus memperhatikan kebijakan ekologi. Jadi ekonomi penting, ekologi juga sangat penting,” katanya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (9/12/2025).

Kemudian, dia juga menilai munculnya gerakan patungan membeli hutan itu merupakan pesan untuk pemerintah agar tidak hanya terus memanfaatkan kekayaan alam.

“Itu sebenarnya pesan kepada negara. Pesan kepada kita semua bahwa tidak boleh sporadis. Tidak boleh serta-merta kita harus selalu mengandalkan kekayaan alam yang ekstraktif. Jadi selalu ekonomi itu kalau nggak ada ekstraktif dari sumber daya alam kita, kita ga mampu,” ucapnya.

Lalu, Sultan menyebut DPD RI memiliki gerakan menanam pohon yang dilaksanakan setiap pekan. Adapun penanaman itu tentunya bukan hanya sebagai kegiatan simbolis, tetapi juga upaya menanam harapan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan kawasan tropis terbesar di dunia, harus menjaga kelestarian ekologinya.

“Saya setuju kok, kami hampir setiap minggu ya melakukan penanaman. Ada buktinya kok. Kita itu melakukan gerakan penanaman. Kenapa? Karena bukan hanya menanam pohonnya sebagai simbolik itu, tapi juga menanam harapan bahwa negara kita dengan tropis terbesar di dunia ini harus kita jaga ekologisnya. Karena kalau nggak lama bisa tenggelam kita,” katanya.

Diketahui, ide patungan membeli hutan semakin membanjiri media sosial setelah Pandawara Group mengunggah gagasannya di platform Instagramnya. Meski bukan yang pertama menggaungkan ide ini, dampak dari akun dengan pengikut 4,1 juta itu cukup membangunkan berbagai respons dari masyarakat.

“Lagi ngelamun. Tiba-tiba aja kepikiran gimana kalau masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan,” tulis akun @pandawaragroup Kamis (4/12/2025).

Unggahan yang dibagikan pada Kamis (4/12/2025) itu kini mencapai ratusan ribu tanda like atau suka, serta puluhan ribu komentar. Sejumlah akun terverifikasi turut muncul sebagai komentar teratas dalam unggahan itu, salah satunya artis bernama Denny Sumargo.

“1 miliar pertama gw,” tulis komentar akun @sumargodenny.

Sebetulnya, ide itu tak berdiri sendiri, melainkan buntut dari bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu.

Banjir bandang yang membawa bongkahan kayu berukuran besar itu disebut-disebut menjadi bukti dari adanya pembalakan hutan yang masif di hutan Sumatra. Kesaksian warga soal rapinya potongan kayu hingga adanya tanda nomor dalam gelondongan itu turut menguatkannya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty