tirto.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia per akhir Januari 2026 sebesar 154,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS), susut dari posisi 31 Desember 2025 yang masih senilai 156,5 miliar dolar AS.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, turunnya posisi cadangan devisa RI pada bulan pertama 2026 dioengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Selain itu, Bank Indonesia juga terus menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah, sebagai respons dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang terus meningkat.
"Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," kata Ramdan, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/2/2026).
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pada Januari lalu sempat melemah hingga lebih dari 1 persen dan nyaris menyentuh level Rp17.000 per dolar AS.
Meski menyusut, posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 ini masih setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Tidak hanya itu, posisi cadangan devisa ini juga dinilai masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tambah Ramdan.
Dengan perbaikan ekonomi domestik yang terjadi, Bank Indonesia meyakini bahwa ketahanan sektor eksternal akan tetap baik dengan didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Namun demikian, Bank Indonesia akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutup Ramdan.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































