Menuju konten utama

Doa Puasa Hari Ke-16: Keistimewaan Ramadhan dan Nuzulul Qur'an

Bagaimana bacaan doa Ramadhan hari ke-16? Berikut doa puasa hari ke-16 yang bisa umat Islam baca pada bulan Ramadan.

Doa Puasa Hari Ke-16: Keistimewaan Ramadhan dan Nuzulul Qur'an
Ilustrasi Ramadan wahyu pertama. Adapun doa Ramadhan hari ke-16 bisa muslimin dan muslimat baca, mengingat hari tersebut adalah H-1 Nuzulul Qur'an. tirto.id/Sabit
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Umat Islam dapat membaca doa Ramadhan hari ke-16 dengan harapan bisa berbuat saleh dan dijauhkan dari berbagai kejahatan. Lantas, bagaimana bacaan doa puasa hari ke-16 bulan Ramadan?

Bulan Ramadan ialah kesempatan untuk memperbanyak ibadah, termasuk amalan wajib puasa. Berdasarkan salah satu hadis riwayat Ibnu Majah, dari Anas bin Malik ia berkata, ketika datang bulan Ramadan, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut.

"Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kalian. Di bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa diharamkan darinya, maka dia telah diharamkan kebaikan semuanya. Dan tidak diharamkan kebaikannya kecuali bagi yang terhalang dari kebaikan."

Keistimewaan Ramadan juga meliputi periode diturunkannya Al-Qur'an, Nuzulul Qur'an, dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya setan, dan masa yang penuh ampunan.

Doa Puasa Hari ke-16 Bulan Ramadhan

Infografik SC Doa Puasa Hari Ke16 Ramadan

Infografik SC Doa Puasa Hari Ke16 Ramadan. tirto.id/Fuad

Umat Islam bisa membaca doa Ramadhan hari ke-16 agar mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Berikut ini doa puasa hari ke-16 dalam bentuk bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya.

اَللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Latin:

Allâhumma waffiqnî fîhi limuwâfaqatil abrâr, wa jannibnî fîhi murâfaqatal asyrâr, wa âwinî fîhi birahmatika ilâ dâril qarâr, bi-ilâhiyyatika yâ Ilâhal ‘âlamîn.

Terjemahannya:

"Ya Allah, bimbinglah aku di dalamnya untuk meniru orang-orang yang berbuat kesalehan. Jauhkan aku di dalamnya dari berteman dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Kembalikan aku di dalamnya dengan rahmat-Mu ke dalam kediaman yang abadi dengan ilahiyah-Mu wahai Tuhan semesta alam."

Puasa Hari ke-16 dan Malam Nuzulul Quran

Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa pada hari ke-16 akan mendapatkan beberapa fadhilah. Di antaranya saat bangkit dari kubur akan mendapatkan 60 pakaian, 60 unta, dan awan sebagai naungannya.

Adapun Nuzulul Qur'an jatuh pada malam ke-17 bulan Ramadan setiap tahunnya. Malam Masyarakat Indonesia dapat memperingati malam Nuzulul Qur'an dengan berbagai macam kegiatan, seperti tumpengan, pengajian, istigasah, tahlil, atau khataman Al-Qur’an.

Nuzulul Qur’an adalah peristiwa pertama kali diturunkannya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surah Al-Alaq ayat 1-5. Peristiwa ini terjadi di Gua Hiro (Makah) pada malam ke-17 Ramadan.

A Nuril Huda dan Arwani Faisal di laman NU online juga menjelaskan keterangan serupa. Menurut mereka, Nuzulul Qur’an adalah peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW berupa ayat 1-5 Surah Al-Alaq.

Beberapa amalan sunah yang dapat dilakukan selama Ramadan atau pada hari ke-16 periodenya sebagai berikut.

1. Sahur

Dalam sebuah hadis, dituturkan bahwa: 

"Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan," (HR al-Bukhari).

Makan sahur dapat dilakukan sebelum memulai rangkaian puasa. Waktu yang paling utama ialah diakhirnya asal tidak sampai pada saat menjelang terbit fajar.

Melalui hadis versi lain, Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda:

"Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka," (HR Ahmad).

2. Buka

Jika sahur sebaiknya diakhirkan, tidak demikian dengan berbuka. Untuk membatalkan puasa yang sudah diselenggarakan pada hari tersebut, maka disunahkan segera berbuka.

Sama halnya dengan sahur, berbuka juga tidak perlu dengan langsung makan besar. Salah satu yang dianjurkan adalah memakan kurma atau meminum air.

"Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan," (HR Abu Dawud).

3. Tarawih

Salah satu amalan sunah lain selama bulan Ramadan ialah Qiyamul-Lail atau salat Tarawih. Salat sunah ini dapat digelar sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat kemudian ditutup dengan tiga rakaat salat witir.

Terkait salat tersebut, Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

"Barang siapa mengerjakan (salat) qiyami Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu," (HR Al-Bukhari dan Muslim).

4. Sedekah

Sedekah merupakan amalan sunah yang bisa diperbanyak selama memasuki bulan Ramadan. Memberikan sedekah bisa dilakukan terhadap keluarga sendiri, kerabatnya, atau para tetangga.

Menurut sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW juga menekankan pentingnya sedekah kepada umatnya selama bulan Ramadan ini .

"Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut,” (HR Ahmad).

Kemudian ditambahkan dari Ibnu Abbas RA. (diriwayatkan bahwa) ia berkata:

"Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan," [Muttafaq ‘Alaih].

5. Iktikaf

Amalan berikutnya selama bulan Ramadan ialah iktikaf. Iktikaf merupakan jenis ibadah yang dilakukan dengan cara berdiam diri beberapa waktu di dalam masjid dengan tujuan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Iktikaf dianjurkan untuk dikerjakan selama sebulan penuh saat Ramadan. Andai tidak mampu, bisa dilakukan selama 10 malam terakhir di bulan Ramadan tersebut.

Baca juga kumpulan doa puasa mulai dari hari ke-1 hingga hari ke-30 secara lengkap di sini.

Kumpulan Doa Puasa Ramadhan

Baca juga artikel terkait DOA PUASA RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Edusains
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada