tirto.id - Rekayasa lalu lintas (lalin) di kawasan Fatmawati yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di Jalan TB Simatupang resmi dilanjutkan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut rekayasa ini terus dilanjutkan karena telah terbukti berhasil menurunkan kemacetan saat pelaksanaan uji coba pada pekan lalu.
“Kemarin sudah diputuskan, dilanjutkan, dan langsung sore hari kemarin dilakukan pengaturan sama dengan minggu kemarin,” ujar Syafrin saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2025).
Rekayasa lalin itu diketahui dilakukan dengan cara membuka pintu tol Fatmawati 2 hingga pintu tol Lebak Bulus secara gratis bagi kendaraan roda empat.
Selain membuka pintu tol secara gratis, Syafrin menjelaskan, pengaturan sementara yang dilakukan mencakup pergeseran halte bus Transjakarta di depan Stasiun MRT Fatmawati sejauh sekitar 75 meter ke arah timur.
Langkah ini diambil agar dua lajur lalin yang berada tepat di depan stasiun tidak terhambat oleh bus yang berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
“Untuk bus stop Transjakarta itu akan digeser ke timur, lebih kurang 75 meter, sehingga dua lajur yang di depan stasiun persis itu, itu tidak terkooptasi oleh bus yang menaikkan atau menurunkan penumpang,” terangnya.
Syafrin juga memaparkan hasil evaluasi terbaru yang menunjukkan peningkatan kinerja lalin di beberapa ruas jalan imbas rekayasa itu.
“Volume per kapasitas di Jalan R.A. Kartini, itu meningkat 18,6 persen. Sementara untuk kecepatan rata-rata di ruas jalan itu meningkat 15,9 persen,” jelas Syafrin.
Selain itu, kapasitas jalan di kawasan tersebut juga meningkat hingga 26 persen karena adanya penambahan satu lajur di sisi tol.
“Artinya dengan volume lalu lintas, kemudian perhitungan secara matematis tadi, itu keseluruhannya membaik,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi uji coba rekayasa lalin di kawasan Fatmawati itu sesuai dengan target yang ditetapkan. Sehingga, skema rekayasa lalin itu akan dilanjutkan hingga akhir Oktober, sambil menunggu proyek galian di Jalan TB Simatupang rampung dikerjakan.
Adapun jam operasional rekayasa lalin tersebut tetap sama seperti sebelumnya, yakni pukul 17.00 hingga 20.00 WIB setiap Senin sampai Jumat, kecuali hari libur.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































