Menuju konten utama

Digitalisasi Kopdes Merah Putih Dipercepat untuk Perkuat Ekonomi

Pemerintah akan mempercepat digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih dengan tujuan untuk menjadikan desa pusat ekonomi baru.

Digitalisasi Kopdes Merah Putih Dipercepat untuk Perkuat Ekonomi
Pekerja merapikan papan informasi harga di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kelurahan Gedawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/9/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah mempercepat digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mengubah desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Langkah ini bertujuan memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa melalui tiga fokus utama: meningkatkan efisiensi usaha, mengintegrasikan rantai pasok, dan memperluas akses pasar bagi koperasi serta pelaku usaha lokal.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memandang digitalisasi bukan sekadar soal menggunakan teknologi, melainkan upaya konkret memperbaiki cara kerja koperasi.

"Digitalisasi harus berdampak langsung: lebih efisien, pasar makin luas, dan usaha koperasi makin kuat," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).

Meutya belajar dari Koperasi Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Koperasi itu dinilai sebagai contoh keberhasilan. Koperasi ini mampu mengintegrasikan usaha dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga distribusi.

Sistem digital yang diterapkan membantu akurasi perencanaan produksi, menjaga kualitas produk, dan mempercepat distribusi ke pasar. Hasilnya, pasokan lebih terjaga dan kepercayaan mitra usaha meningkat.

Pemerintah mendorong replikasi model ini di berbagai daerah. Dengan sistem manajemen digital, koperasi dapat mengelola produksi, stok, dan distribusi secara lebih tertata dan terukur, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah produksi untuk pakan ternak serta penguatan rantai pasok lokal terbukti mampu menekan biaya sekaligus menambah nilai. Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa.

"Strateginya adalah memperluas praktik baik yang sudah terbukti. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh," kata Meutya.

Untuk mempercepat implementasi, pemerintah mendorong kolaborasi antara koperasi maju dengan KDMP di berbagai daerah. Kolaborasi ini penting untuk transfer pengetahuan dan penguatan kelembagaan.

Sedangkan, CEO Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Setia Irawan, mengatakan bahwa pihaknya fokus pada penguatan digitalisasi. Baginya, langkah ini strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kami membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung, sehingga tercipta SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," katanya.

Baca juga artikel terkait KOPERASI MERAH PUTIH atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra