tirto.id - Jurnalis LKBN Antara, M. Bagus Khoirunnas, satu dari lima awak media yang masih dinyatakan hilang ketika hendak meliput erupsi Gunung Anak Kratau (GAK) di perairan Selat Sunda, hingga Jumat (11/9/2026) hari ini. Namun, optimisme keluarga terus dirawat kala menanti kepulangan sosok kebanggaan mereka tersebut.
Ayahanda Bagus, Mansyur Suryana, berulang kali mengatakan anaknya itu seorang pemberani dan kebanggaan keluarga. Anak tunggal mereka tersebut tidak takut terhadap apa pun, terkecuali Sang Maha Pencipta. Liputan semacam ini pun bukan kali pertama baginya.
"Bagus itu pekerja keras, seni, dan dia keberaniannya juga luar biasa, tidak takut ya di mana pun juga, dalam mempublikasikan itu berita penting. Contoh konkretnya seperti [meliput] 2018 tsunami di Banten," ungkap Mansyur kepada wartawan di posko Pantai Carita, Banten, Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan sang anak menjadi jurnalis Antara sejak 2018. Selain kerap memotret peristiwa bencana, Bagus juga memiliki keterikatan dengan isu sosial. Bahkan tidak jarang, jepretan Bagus menyoroti ketimpangan masyarakat di daerah Banten.
Salah satu paling monumental, kata Mansyur, kala Bagus memotret kondisi bangunan sekolah. Berselang beberapa waktu kemudian, bantuan pemerintah turun memperbaiki kondisi tersebut.
"Dia mengangkat itu berita-berita budaya, infrastruktur, pendidikan. Jadi hal-hal yang memprihatinkan, ya, dia publikasikan biar ada regulasi dari pemerintah," katanya.
Sepanjang karier Bagus, ia menilai anaknya ini sudah bekerja untuk masyarakat bak sebagai pahlawan informasi. Ia tidak segan bergaul dengan siapa pun tanpa memandang status sosial dan sebagainya.
"Memang dia jiwanya tadi jiwa seni, dia orangnya berani begitu, dan dia punya filosofi bagaimana hidup itu semua ada skenario dari Allah Subhanahu wa Ta'ala," sebutnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































