Menuju konten utama

Operasi SAR Jurnalis-Kru yang Hilang Kontak Sasar Pulau Sertung

Basarnas mengerahkan sejumlah personel memantau wilayah Pulau Sertung yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan rombongan tersebut.

Operasi SAR Jurnalis-Kru yang Hilang Kontak Sasar Pulau Sertung
Basarnas memberangkatkan tim pencarian untuk wilayah sekitar Pulau Sertung, Selat Sunda, Banten, Jumat (11/9/2026). Foto/Istimewa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengungkapkan pihaknya memperluas wilayah pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten. Kelima jurnalis itu berangkat bersama tiga awak kapal yang turut hilang untuk meliput erupsi Gunung Anak Kratau (GAK).

Identitas rombongan yang hilang kontak itu, yakni M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; dan Donal, jurnalis freelance. Serta tiga awak kapal: Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide.

Amrad mengatakan pihaknya mengerahkan sejumlah personel memantau wilayah Pulau Sertung yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan rombongan tersebut.

"Kami sudah memberangkatkan tim dari Marina sendiri dengan menggunakan RIB dan di sana [Pulau Sertung] nanti akan di-back up dengan KN SAR Tetuka. Dari jam 07.00 tadi sudah diberangkatkan," kata Amrad dalam konferensi pers di posko Pantai Carita, Banten, Jumat (11/9/2026).

Hanya saja, dia belum dapat memastikan tim tersebut dapat menjangkau Pulau Sertung atau tidak. Pihaknya masih menunggu informasi dari lapangan dan data terbaru PVMBG maupun BMKG.

"Kalau memang itu bisa memungkinkan dengan kondisi cuaca di sana, dengan kondisi Gunung Anak Krakatau, kami akan upayakan masuk sampai ke tiga pulau," ucap Amrad.

Dia menjelaskan operasi SAR pada hari keempat ini, area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical miles persegi.

Pencarian mencakup wilayah perairan yang lebih luas di sekitar Selat Sunda dengan melibatkan sejumlah kapal dan sarana SAR. Sejumlah alat utama (alut) yang dikerahkan, antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya.

Lalu, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, hingga TB Gunung Santri. Operasi juga diperkuat dengan dukungan dua unit drone thermal serta berbagai sarana darat dan pendukung lainnya.

"Untuk hari ini kami mengerahkan 12 unsur alut yang terbagi dari empat sektor. Untuk alut tersebut ada beberapa yang kami lewatkan, ada KRI, ada KP, dan ada RIB dan RBB," jelasnya.

Dirinya membagi keempat sektor itu sebagai sektor A, B, C, dan D. Pertama, sektor A penyisiran dilakukan dengan luas area pencarian kurang lebih 1026 nautical miles. Pihaknya menggunakan alutsista KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KRI Pahuwang.

"Karena luas areanya cukup luas, jadi di situ kami menggunakan tiga alut dan di situ posisinya di laut lepas. Dan posisinya kurang lebih di Tanjung Belimbing Lampung," ujarnya.

Selanjutnya untuk sektor B sendiri, luas area pencarian kurang lebih 1020 nautical miles dengan mengerahkan KRI Louser dan KRI Anyar. Tim ini melakukan pencarian di utara sektor A, wilayah barat Pulau Lampung.

Sementara untuk sektor C, tim yang diterjunkan bakal menyisir luas area pencarian kurang lebih 585 nautical miles dengan melibatkan dua alut, KN Sar Basudewa dari Lampung dan RIB yang ada di Lampung.

"Ini pencariannya di utara Tanjung Belimbing yang KN Sar untuk melakukan pencarian di wilayah tengah, sedangkan untuk RIB dia melakukan penyisiran di pesisir pulau atau Tanjung Belimbing tersebut," imbuhnya.

Terakhir sektor D, pihaknya akan menjangkau luas area kurang lebih 585 nautical miles dengan menggunakan alut KP Hayabusa. Posisi wilayah di utara sektor C sampai dengan Tanjung Panaitan.

Lalu menurutnya terdapat beberapa sektor tambahan. Wilayah di luar keempat sektor tersebut. Pihaknya bakal memonitor kembali pulau-pulau yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau termasuk di Pulau Sebuku.

"Untuk pulau yang pertama itu kita melakukan pencarian kurang lebih 27 nautical miles dengan menggunakan KN Sar Tetuka dan RIB 02 Banten itu akan melakukan penyisiran di pesisir," ucapnya.

Ia bilang masih menggunakan alutsista yang digunakan dalam operasi hari sebelumnya. Begitu pun dengan jumlah personel, pihaknya belum menambah tenaga pencarian.

Sementara untuk pengerahan pencarian jalur udara, ia memastikan helikopter sudah diterbangkan untuk melakukan pencarian di daerah pesisir. Namun temuan masih nihil sepanjang proses pencarian melalui ketinggian.

"Sudah melakukan searching itu kurang lebih di daerah pesisir kita ya, dengan ketinggian kurang lebih 5.000 feet sampai dengan 25.000 feet dan itu memang tidak ada tanda-tanda korban," katanya.

Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10-20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5-2,5 meter.

“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,” papar Amrad.

Baca juga artikel terkait GUNUNG ANAK KRAKATAU atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama