Menuju konten utama

Danantara Umumkan Jalan Keluar Utang Kereta Cepat di Ujung 2025

Rosan sebut kajian mendalam terhadap opsi penyelesaian utang dilakukan agar nantinya dapat berdampak positif terhadap kinerja KCIC dan KAI.

Danantara Umumkan Jalan Keluar Utang Kereta Cepat di Ujung 2025
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjawab pertanyaan wartawan usai konferensi pers Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Forum bertema Investing for a Resilient, Sustainable and Prosperous World itu menghadirkan sekitar 250 pembicara serta diikuti lebih dari 100 pebisnis dan filantropis untuk mendorong kolaborasi global dalam mempercepat transisi ekonomi berkelanjutan melalui investasi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd

tirto.id - CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan lembaganya masih mengkaji berbagai opsi penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Setelah itu, ia akan menyampaikan opsi yang telah dipilih dan disepakati kepada kementerian terkait untuk kemudian diumumkan kepada publik sebelum akhir tahun ini.

“Karena kan ada Kementerian Perhubungan, ada Kemenko (Kementerian Koordinator), ada Kemenkeu (Kementerian Keuangan), ada DEN (Dewan Ekonomi Nasional), Pak Luhut (Ketua DEN),” ungkapnya kepada awak media usai konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan III 2025 di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025).

Dengan presentasi di depan kementerian terkait, Rosan berharap opsi penyelesaian utang proyek yang ditanggung PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dapat menjadi solusi yang komprehensif. Dengan demikian, ke depan tidak ada potensi kerugian yang dapat menghantui KCIC maupun PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai salah satu pemegang saham terbesar dalam konsorsium perusahaan Indonesia dan China tersebut.

“Kita mau komprehensif. Dan ini tidak hanya dari segi finansial, tapi kita juga komunikasi dengan pemerintah China, dengan NDRC-nya. Karena ini juga buat mereka menjadi hal yang sangat penting. Karena ini adalah program dari Presiden Xi Jinping pada waktu itu. Jadi, tolong bersabar, ini opsi kita sedang kita kaji semua,” imbuh Rosan.

Selain itu, kajian mendalam terhadap opsi penyelesaian utang ini juga dilakukan agar nantinya dapat berdampak positif terhadap kinerja KCIC dan KAI.

“Ini kan kalau nanti dampaknya ke KAI, dampaknya ke pelayanan kereta api yang lainnya. Oh iya, iya (sebelum akhir tahun ini opsi selesai dikaji),” tutur Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM itu.

Diberitakan sebelumnya, Rosan berharap The National Development and Reform Commission (NDRC)—perwakilan pemerintah Tiongkok yang terlibat dalam pembahasan pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)—dapat mereformasi utang KCIC.

“Sedang berjalan (diskusi) dengan pihak China, baik dengan pemerintah China juga dengan NDRC. Itu sedang berjalan. Untuk kita, kalau saya sampaikannya, kita maunya bukan restrukturisasi yang sifatnya kemungkinan potensi problemnya itu masih ada. Jadi, kita mau melakukan reformasi secara komprehensif, secara keseluruhan,” tutur Rosan kepada awak media di JICC, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025).

Dengan reformasi utang ini, ke depannya diharapkan tidak akan terjadi lagi potensi default atau gagal bayar.

“Jadi, begitu kita restrukturisasi, ke depannya tidak akan terjadi lagi hal-hal seperti ini, seperti kemungkinan default dan yang lain-lainnya,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait UTANG KERETA CEPAT WHOOSH atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana