Menuju konten utama

Danantara Sudah Ajukan 2 Bidang Tanah di Saudi buat Kampung Haji

Proses tender diikuti sekitar 90 perusahaan global dan sedang menunggu keputusan final dari otoritas Saudi.

Danantara Sudah Ajukan 2 Bidang Tanah di Saudi buat Kampung Haji
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kanan), Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani (kiri), Chief Investment Officer (CIO) Pandu Patria Sjahrir (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria (kanan) menghadiri Town Hall Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/4/2025). Acara tersebut digelar dalam rangka penyampaian arah strategis BPI Danantara Indonesia serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah mengajukan penawaran pada dua bidang lahan di Mekkah, Arab Saudi, untuk membangun Kampung Haji Indonesia.

Managing Director Treasury Danantara, Ali Setiawan, mengatakan proses tender yang diikuti oleh sekitar 90 perusahaan global tersebut kini sedang menunggu keputusan final dari otoritas setempat.

“Kita semua berdoa aja nih supaya Indonesia bisa at least dapat lah satu. Tapi memang kita mencoba untuk membangun sesuatu untuk rakyat Indonesia karena memang kita kan sebagai negara istilahnya dengan jumlah yang paling banyak ya haji dan umroh ke Mekkah,” ujar Ali dalam media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Lebih lanjut Ali menjelaskan bahwa lokasi yang ditawarkan sangat strategis karena terintegrasi dengan rencana pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Arab Saudi. Hal ini dinilai akan memudahkan jemaah haji dan umrah Indonesia dalam menunaikan ibadah.

“Jadi sangat strategis, ini sangat membantu jamaah haji ataupun umrah, terlebih lokasinya strategis karena di sekitarnya itu banyak sudah direncanakan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah Saudi. Sehingga nanti complement kepada fasilitas tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, menjelaskan bahwa penentuan pemenang tidak didasarkan pada harga, melainkan pada kualitas konsep pengembangan yang diajukan.

"Karena bidding ini tidak bersifat angka. Angkanya sudah ditentukan untuk semua peserta bidding sama, harganya X. Jadi peserta bidding melakukan bidding untuk konsep. Pemenangnya adalah yang memberikan konsep terbaik di lot itu," katanya.

Ia mengatakan, harga lahan yang ditawar tersebut telah ditetapkan secara tetap oleh pemerintah setempat. Calon pengembang tidak dapat menawar dengan harga lebih rendah atau lebih tinggi.

"Bukan harga, harga sudah mereka tentukan, gak bisa kurang, gak bisa lebih," tegasnya.

Proses evaluasi tender disebutkan membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat kompleksitas penilaian terhadap konsep yang diajukan.

"Kedua, itu sudah memasukkan tender, sudah mereka akan proses. Biasanya mereka prosesnya cukup lama, apalagi 90 tadi ya. Review itu konsep, jadi konsep bangunannya bagaimana, prasarananya apa, ada rumah sakit, seperti itulah kurang lebih arti konsepnya," ujarnya.

Selain itu, lokasi lahan yang ditenderkan hanya berjarak 2 kilometer hingga 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Akses menuju masjid juga telah dilengkapi dengan terowongan (tunnel) dan travelator (jalan berjalan).

"Sehingga kalau jalan kaki dari situ nanti 20 menit kurang lebih seperti itu. Jadi sangat strategis, sangat membantu jamaah haji ataupun umroh kalau melakukan ibadah ke sana," tutur Rohan.

Sebagai informasi, inisiatif pembangunan Kampung Haji ini berawal dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri sekaligus Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

CEO Danantara, Rosan Roeslani, sebelumnya menyatakan bahwa sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, Undang-Undang Saudi akan direvisi untuk mengizinkan kepemilikan properti oleh pihak asing di Mekkah.

“Kita akan lanjuti prosesnya karena atas pertemuan Bapak Presiden dan MBS UU dari Arab Saudi ini diubah untuk kepemilikan boleh dimiliki oleh pihak asing di Mekah,” kata Rosan.

Rosan juga mengungkapkan bahwa lahan yang ditawarkan memiliki variasi luas dan jarak yang beragam, dari yang hanya beberapa hektare hingga puluhan hektare dengan jarak yang sangat dekat hingga beberapa kilometer dari Masjidil Haram.

“Kisarannya itu juga berbeda-beda. Ini kan luasnya ada yang dari 25 hektare sampai di atas 80 hektare juga ada,” jelas Rosan.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana