tirto.id - Danantara membuka peluang untuk menerbitkan seri lanjutan dari Patriot Bond apabila terdapat minat yang besar dari investor.
Peluang ini terbuka mengingat tingginya antusiasme pasar terhadap instrumen investasi yang ditujukan untuk membiayai proyek-proyek strategis nasional tersebut.
Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, mengingatkan bahwa penerbitan obligasi khusus ini bersifat private placement, bukan penawaran umum kepada publik.
“Patriot Bond itu sebetulnya kan sifatnya itu private placement. So it's not really kind of like public issuance, it's a private placement,” jelas Ali media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Meski demikian, Ali menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk mengeluarkan seri baru. Keputusan untuk menerbitkan kembali akan sangat bergantung pada respons dan permintaan dari perusahaan-perusahaan yang berminat.
“Yang di mana kalau misalnya ada minat yang besar, kita juga pasti akan oke kita buka lagi gitu ya dari peminat untuk berinvestasi di Patriot Bond tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Patriot Bond yang diterbitkan oleh Badan Pengelola Investasi(BPI) Danantara telah terserap seluruhnya, mencapai target sebesar Rp 50 triliun. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Danantara, Rosan P. Roeslani.
"Penyerapan Patriot Bond sudah 100 persen," kata Rosan singkat di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Rosan juga mengonfirmasi bahwa sejumlah konglomerat ternama, seperti Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group) dan Grup Djarum, turut berpartisipasi dalam obligasi negara ini.
Konfirmasi serupa sebelumnya disampaikan oleh CIO Danantara, Pandu Sjahrir, yang menyebut minat serupa datang dari Garibaldi 'Boy' Thohir (Alam Tri Group) dan Franky Widjaja (Sinar Mas Group).
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































