Menuju konten utama

Daftar 19 Korban Meninggal Dunia Kasus Kecelakaan KM Lestari Maju

Menurut Dicky, hampir rata-rata para korban meninggal dunia itu tidak menggunakan jaket pelampung.

Daftar 19 Korban Meninggal Dunia Kasus Kecelakaan KM Lestari Maju
Sejumlah warga berusaha membantu evakuasi korban yang selamat saat KM Lestari Maju tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018). ANTARA FOTO/Mhumu.

tirto.id - Polda Sulawesi Selatan mengatakan korban kecelakaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan bertambah menjadi 19 orang meninggal dunia.

"Informasi terbaru yang kami bisa laporkan malam ini jumlah korban bertambah menjadi 19 orang," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Selasa (3/7/2018).

Dicky melanjutkan, dari jumlah 19 orang tewas itu, untuk sementara baru teridentifikasi sebanyak 18 orang. Sementara satu korban lainnya, kata Dicky, belum diketahui identitas lengkapnya, namun dipastikan berjenis kelamin perempuan dan berusia sekitar tiga tahunan.

"Sudah 19 orang dan yang teridentifikasi baru 18 orang. Satu sisanya itu jenazah bocah perempuan usianya sekitaran tiga tahun," kata Dicky.

Pada umumnya, kata dia, para korban meninggal dunia itu tidak menggunakan jaket pelampung. "Umumnya yang meninggal dunia tidak memakai life jacket sedangkan penumpang lainnya yang menggunakan life jacket itu mengapung di laut," ucapnya.

Berikut Identitas 19 Korban Tewas KM Lestari Maju:

1. Ari Laksono (50) Kepala ASDP Pammatata Selayar

2. Rurung (58)

3. Marlia (44)

4. Suryono (55), suami Marlia

5. Asmawati (43)

6. Sitti Saera (58)

7. Abd Rasyid (60)

8. Rini Arianti (29)

9. Abisar (2), anak Rini Arianti

10. Rosmiati (40)

11. Demma Campong (45)

12. Andi Leleng (47)

13. Syamsuddin (50)

14. Hensi (64)

15. Ati Mala (58)

16. Denniamang (72) yang semuanya warga Kabupaten Kepulauan Selayar.

17. Marwani (40) warga Sappang Kabupaten Bulukumba

18. Hj Salmiah (55) warga Kabupaten Sinjai

19. Abd Rasyid (40) warga asal Pajjukukang, Kabupaten Bantaeng serta seorang bocah perempuan tiga tahun tanpa identitas.

Baca juga artikel terkait KAPAL TENGGELAM

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto