Menuju konten utama

Cegah Varian Omicron, Daftar Negara yang Bisa Masuk RI Dievaluasi

Sandiaga menjelaskan, kebijakan ini dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 seperti pada Juli dan Agustus silam.

Cegah Varian Omicron, Daftar Negara yang Bisa Masuk RI Dievaluasi
Turis asing berjalan sambil menuntun anjing di tepi Pantai Seseh, Canggu, Bali pada Rabu (15/09/21). Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi sekaligus koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Bali bisa dibuka kembali bagi turis asing pada Oktober apabila situasi pandemi di Indonesia tetap terkendali seperti saat ini. Luhut juga mengutarakan dalam konferensi pers virtual pada Jumat (17/09/21) akan memprioritaskan turis dari negara-negara dengan penularan Covid-19 yang terkendali seperti Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. tirto.id/Hafitz Maulana

tirto.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pemerintah akan segera mengevaluasi kebijakan terkait daftar negara-negara yang diizinkan masuk ke Indonesia.

Hal ini akan dilakukan untuk mencegah varian B.1.1.529 atau Omicron, masuk ke Indonesia. Sebelumnya Indonesia telah mengizinkan wisatan asing alias wisman dari 19 negara masuk ke Bali dan Kepulauan Riau.

"Jumlah negara akan dievaluasi karena ada beberapa negara yang mengalami lonjakan peningkatan kasus baik sebelum omnicorn dan saat omnicorn. Dari jumlah negara yang rutin dievaluasi setiap dua minggu akan diumumkan dan dibahas pada ratas," jelas dia dalam konferensi pers, Senin (29/11/2021).

Sandiaga menjelaskan, kebijakan ini dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 seperti pada Juli dan Agustus silam.

"Nanti akan dikoordinasikan dengan Kemenko Marves dan Kementerian Luar Negeri. Concern pemerintah memastikan pengendalian COVID rendah dan terkendali, untuk menghindari lonjakan kasus baru seperti Juli dan Agustus 2021," terang dia.

Adapun strategi lain yang akan dilakukan Sandiaga untuk mencegah adanya kasus penularan melalui jalur impor, yaitu dengan memfinalkan berbagai persyaratan perjalanan ke Indonesia, khususnya dari luar negeri atau bagi wisatawan mancanegara. Syarat perjalanan yang akan terus difinalkan yakni waktu karantina hingga visa.

Hingga saat ini, meskipun belum ada kasus penularan dari varian Omicron. Dampaknya ke sektor pariwisata sudah terasa. Seperti batalnya penerbangan direct dari Jakarta ke Tokyo yang tadinya akan dilakukan Maskapai Penerbangan Nasional Garuda Indonesia harus ditunda.

"Untuk pembukaan kedatangan internasional Bali walau sudah ada berita baik yaitu Garuda akan akan melakukan penerbangan langsung dari Haneda, Tokyo ke Bali dengan beberapa wisatawan, dengan gunakan direct flight. Namun dikarenakan ada varian baru kita masih terus finalkan persyaratan karantina, visa dan lain-lain," katanya menjelaskan.

Sebelum muncul varian baru in di beberapa negara, kunjungan wisman di Indonesia sudah cukup membaik. Sandiaga menjelaskan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2021 mencapai 126,5 ribu kunjungan jumlah kunjungan wisman pada September 2021 mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen dibandingkan jumlah kunjungan pada Agustus 2021.

Baca juga artikel terkait VARIAN OMICRON atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Nur Hidayah Perwitasari