Menuju konten utama

Gerakan Ayah Mengambil Rapor Apakah Wajib & Mengapa Penting?

Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Sekolah apakah wajib? Berikut 4 alasan mengapa GEMAR penting bagi anak, orang tua, dan guru.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor Apakah Wajib & Mengapa Penting?
Konsultasi rang tua murid ke sekolah di Kota Tangerang, Banten, dalam rangka mendalami aplikasi E-Rapor. foto/antaranews

tirto.id - Apakah Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (GEMAR) wajib menjelang pembagian rapor akhir semester pertama tahun ajaran 2025/2026? Lantas, mengapa keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor dianggap penting oleh pemerintah?

Imbauan agar seluruh ayah yang memiliki anak di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah (SMP dan SMA) hadir langsung ke sekolah saat pembagian rapor anak, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tertanggal 1 Desember 2025.

Apakah Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Sekolah Wajib?

Berdasarkan SE Mendukbangga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025, Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Sekolah tidak diberlakukan sebagai kewajiban hukum. Dengan demikian tidak ada sanksi jika ayah tidak melakukannya. SE ini bersifat imbauan persuasif, bukan aturan wajib yang harus dipatuhi mutlak. Di sisi lain, kebijakan ini mendorong partisipasi sukarela ayah untuk turut hadir pada momen pembagian rapor.

Sejumlah pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran lanjutan yang memperkuat ajakan ini di tingkat lokal. Di antaranya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui SE Nomor 400.3/871/Disdik/2025 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Poin penting dalam SE tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Seluruh komponen masyarakat, aparatur pemerintah, dan karyawan swasta d wilayah Kota Depok yang memiliki anak usia sekolah, diimbau agar ayah mengambil rapor anak ke sekolah pada waktu penerimaan rapor akhir semester yang dimulai pada Desember 2025 sesuai jadwal pengambilan rapor di sekolah PAUD, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah.
  2. Diharapkan, pimpinan instansi pemerintah/swasta memberikan dispensasi sesuai ketentuan masing-masing kepada ayah yang melakukan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke sekolah.
Hal yang sama juga diterapkan di Kabupaten Pacitan, Gresik, dan Lamongan. Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melalui akun instagram mereka juga memberikan imbauan untuk menyukseskan Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Disebutkan, langkah ini sederhana, tetapi berdampak besar bagi anak karena membangun kepercayaan diri, menjalin kedekatan emosional, dan meningkatkan rasa bangga.

Demikian pula di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melalui SE Nomor 005/8575/SETDA/XII/2025 perihal Pemberitahuan Pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke-Sekolah.

Dalam SE tersebut, disebutkan bahwa pemerintah setempat mendorong dan memfasilitasi partisipasi para ayah Aparatur Sipil Negara dalam kegiatan mengambil rapor di satuan pendidikan wilayah masing-masing. Ayah yang mengikuti gerakan tersebut diberi dispensasi keterlambatan sesuai ketentuan masing-masing instansi.

Mengapa Gerakan Ayah Mengambil Rapor Penting?

Ada alasan khusus digalakannya Gerakan Ayah Mengambl Rapor di Sekolah yang dimulai pada penerimaan rapor semester gasal Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai berikut.

1. Memperkuat Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak tidak hanya terkait dengan aspek akademik, tetapi juga perkembangan emosional dan karakter anak. Kehadiran ayah saat mengambil rapor membantu anak merasa dihargai dan mendapatkan dukungan keluarga. Ayah perlu memahami hasil belajar anak agar dapat memberikan dukungan yang tepat di rumah.

2. Menanggapi Fenomena Fatherless di Indonesia

Sekitar 25,8 persen anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless, kondisi minimnya kehadiran ayah secara fisik ataupun emosional dalam kehidupan anak. Situasi ini layak menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi hasil akademik, perilaku, dan kesejahteraan psikologis anak. Gerakan Ayah Mengambil Rapor jadi langkah untuk menghadapi fenomena tersebut, melalui pengalaman interaksi langsung ayah dan anak di sekolah.

3. Meningkatkan Kedekatan Emosional Ayah-Anak

Kehadiran ayah di sekolah bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk dukungan emosional. Program GEMAR ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan berpikir anak tentang proses belajar. Kehadiran ayah di sekolah saat pembagian rapor, dapat menjadi pengalaman emosional yang berkesan bagi anak.

4. Mendorong Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Gerakan Ayah Mengambil Rapor juga membuka peluang komunikasi yang lebih kuat antara sekolah dan orang tua, khususnya antara guru dan ayah. Guru dapat menyampaikan evaluasi nilai dan perkembangan karakter anak secara langsung kepada ayah, sementara ayah dapat memahami konteks laporan pendidikan dan menyusun strategi dukungan di rumah.

Baca juga artikel terkait RAPORT atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya