Menuju konten utama

Hal yang Ditanyakan saat Ambil Rapor & Contoh Nasihat Wali Kelas

Apa saja hal yang perlu ditanyakan orang tua saat mengambil rapor di sekolah? Bagaimana pula contoh nasehat wali kelas dalam penerimaan rapor.

Hal yang Ditanyakan saat Ambil Rapor & Contoh Nasihat Wali Kelas
Ilustrasi nilai tes. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Apa saja hal yang perlu ditanyakan orang tua saat mengambil rapor di sekolah? Apakah kita boleh bertanya perkembangan anak di luar masalah akademis? Bagaimana pula contoh nasehat wali kelas dalam penerimaan rapor?

Pembagian rapor menjadi kegiatan rutin setiap semester setelah siswa melaksanakan pembelajaran dan mengikuti ujian akhir semester. Pelaksanaannya biasanya dilakukan di akhir bulan Desember ini untuk semester ganjil tahun ajaran.

Di tiap daerah, pembagian rapor dilakukan dalam waktu yang berbeda, sesuai dengan jadwal kalender pendidikan masing-masing. Namun, pelaksanaannya biasanya dilakukan sebelum libur semester atau pergantian menuju semester baru.

Dalam pengambilan rapor ini, orang tua atau wali murid berkesempatan untuk bertemu dengan wali kelas. Sebagai penanggung jawab kelas, wali kelas juga bertugas untuk menyampaikan hasil belajar siswa.

Namun, tidak sedikit wali murid yang juga kebingungan ketika mengambil rapor, kurang tahu harus menanyakan apa terkait perkembangan belajar anak di sekolah. Lantas, apa saja hal yang perlu ditanyakan saat mengambil rapor? Di sisi lain, bagaimana contoh nasihat dari wali murid yang bisa diberikan kepada wali kelas saat pembagian rapor?

Apa yang Perlu Ditanyakan Saat Membawa Rapor?

Pada dasarnya, seorang anak di sekolah menghadapi berbagai tanggung jawab. Di antaranya, tanggung jawab terhadap diri sendiri dengan perilaku, terhadap orang tua dan sekolah dengan kegiatan akademis, dan terhadap sosialnya yang meliputi interaksi sosial dengan teman.

Sebagai orang tua yang baik, wali murid dapat menanyakan bagaimana bentuk tanggung jawab anak di sekolah. Hal ini terangkum dalam tiga aspek penting, yakni akademis, perilaku, dan sosial anak.

Berikut ini hal-hal yang perlu ditanyakan saat mengambil rapor.

Akademis

Karena pengambilan rapor biasanya dilakukan di sekolah dan berhadapan dengan wali kelas, orang tua dapat menanyakan terlebih dahulu soal hasil belajar anak. Ini dapat dimulai dengan pertanyaan dalam mata pelajaran apa yang anak bisa unggul dan sebaliknya.

Kemudian, jika menemukan ada nilai yang kurang memuaskan, wali murid dapat berkonsultasi terkait pembelajaran yang lebih tepat atau rekomendasi kegiatan belajar tambahan, seperti les atau metode lainnya.

Perilaku

Mungkin saja, seorang anak punya perilaku yang berbeda saat berada di sekolah dan di rumah. Perwujudan perilaku di sekolah mencerminkan cara orang tua mendidik anaknya. Dengan demikian, wali murid dapat menanyakan perilaku anak selama di sekolah saat pengambilan rapor.

Dengan bertanya, orang tua dapat memastikan apa yang dibutuhkan dalam mendidik anak di rumah. Misalnya, sikap sopan santun dan menghormati guru selama pembelajaran. Orang tua juga dapat memastikan anaknya bersikap baik pada teman-teman dan warga sekolah lainnya.

Sosial

Karena lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang heterogen, orang tua dapat bertanya kepada wali kelas siapa saja teman dekat anak dan apakah pernah ada masalah dengan teman atau warga sekolah lainnya. Ini juga mencakup kemungkinan terkait adanya perundungan atau intimidasi yang menimpa anaknya.

Orang tua dapat menanyakan siapa saja teman akrab sang anak, apakah anaknya mengalami perundungan, hubungan dengan teman-teman sekelas, keaktifan anak dalam kegiatan kelas dan sekolah non-akademis, hingga bagaimana sikapnya ketika mendapati temannya mengalami kesulitan lainnya.

Contoh Nasihat Wali Kelas saat Pembagian Rapor

Beberapa hal dapat disampaikan wali kelas terkait pertanyaan dan keluh kesah dari wali murid atau orang tua siswa. Selain membagikan laporan belajar dalam bentuk rapor, wali kelas juga dapat menyampaikannya secara lisan.

Berikut ini contoh nasihat wali kelas saat pembagian rapor.

  • "Belajar itu proses, Bapak/Ibu. Hari ini mungkin dia sampai di titik 1, tapi besok bisa ke titik selanjutnya, level 2 atau 3. Sampai suatu saat dia bisa mencapai titik tertentu dalam memahami ilmu."
  • “Ada baiknya Nak X (nama siswa) memperhatikan lagi waktu dan porsi belajarnya, Bapak/Ibu. Mungkin bisa dengan mengurangi waktu bermain gadget terlebih dahulu.”
  • “Nilai hari ini bukan nilai akhir dari pencapaian belajar anak, Pak/Bu. Dia masih berkesempatan belajar di semester atau tahap berikutnya selama mendapatkan dukungan dari Bapak/Ibu di rumah.”
  • “Karena belajar itu adalah proses, Bapak/Ibu juga dapat mendampingi proses sang anak. Belajar dapat dilakukan di rumah sebagai aktivitas tambahan atau momen berkumpul dan berkomunikasi dengan anak.”
  • “Pada dasarnya, Nak X memiliki kemampuan dalam bidang XXX (misal, kesenian, matematika, atau sains). Akan lebih baik jika Bapak/Ibu mendampingi dan mendukung penuh bakatnya dengan tidak mengharuskan anak menguasai bidang tertentu.
  • “Bapak/Ibu, ada baiknya terus arahkan minat sang anak pada sesuatu yang membuatnya berkembang dan bahagia. Sementara itu, usahakan agar dia tetap bertanggung jawab dengan sekolahnya yang dapat dijadikan dasar pemahaman dan bekalnya kelak.”
  • “Berapa pun nilai Nak X semester ini, kami harap Bapak/Ibu tetap mendukung proses belajarnya. Serta, tidak memaksanya terlalu keras untuk fokus pada nilai di semester depan. Yang paling penting adalah anak senang dengan belajar, dapat berkembang dalam pemahaman, dan memaksimalkan potensi dengan baik.”
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait rapor siswa dapat mengakses tautan berikut ini.

Baca juga artikel terkait RAPOR SISWA atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus