Menuju konten utama

Bulog Minta Ruang untuk Bangun Gudang 1.000 Ton di Kampung Haji

Fasilitas ini dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Makkah, Arab Saudi.

Bulog Minta Ruang untuk Bangun Gudang 1.000 Ton di Kampung Haji
Makanan jemaah haji Indonesia. kemenag.go.id/Hajar/MCH 2024
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perum Bulog mengajukan permohonan kepada BPI Danantara untuk mendapatkan ruang di Kampung Haji, Makkah, Arab Saudi, guna membangun gudang logistik berkapasitas minimal 1.000 ton.

Kepala Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, fasilitas ini dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Dalam jangka panjang, rencananya gudang tersebut tidak hanya akan menyimpan beras, tetapi juga komoditas pangan pendukung lainnya.

"Kami mohon diberikan space, ruang di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan, kami minta ruang untuk bisa bangun gudang Bulog di sana. Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji," ujar Rizal, di Kemenko Pangan, Senin (9/2/2026).

Pembangunan gudang di titik sentral di Arab Saudi dinilai strategis untuk mendistribusikan logistik ke puluhan dapur yang melayani jemaah Indonesia. Rizal mengungkapkan, sekitar 30 dapur yang tersebar itu, masing-masing melayani hingga 3.000 jemaah.

"Kalau enggak salah sekitar ada 30 sampai 40 dapur itu ya yang akan melayani jemaah Indonesia. Yang mana satu dapur itu melayani lebih kurang 2.500 sampai 3.000 orang," jelasnya.

Untuk mematangkan rencana ini, Bulog akan segera melakukan survei lapangan. Rizal menyatakan akan berangkat ke Arab Saudi pada Rabu (11/2/2026) mendampingi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama untuk meninjau lokasi dan kebutuhan.

Rizal menegaskan bahwa gudang yang diusulkan tidak hanya untuk beras, tetapi dirancang sebagai pusat logistik terpadu yang mencakup komoditas pangan pokok lainnya. Oleh karena itu, untuk menyimpan komoditas seperti daging dan ikan, gudang tersebut harus dilengkapi dengan fasilitas cold storage (penyimpanan dingin).

"Harapan kami supaya jadi satu paket di situ. Ada beras, ada minyak, ada ikan, ada daging. Berarti kalau ada ikan dan daging harus ada cold storage," ucap Rizal.

Adapun, pemerintah telah memastikan bahwa jemaah haji Indonesia pada tahun ini akan mendapat dukungan beras dari dalam negeri. Bulog telah menyiapkan 2.280 ton beras kualitas premium untuk total 221.000 jemaah haji tahun 2026 ini.

Langkah selanjutnya, diharapkan pemerintah juga dapat menyediakan bahan pangan lainnya selain beras, kepada jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Alfons Yoshio Hartanto