tirto.id - SMAN 5 Bandung tengah melakukan berbagai persiapan usai ditunjuk sebagai salah satu rekrutan program "Sekolah Maung" (Manusia Unggulan) oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Sekolah unggulan ini siap menerapkan kolaborasi Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Cambridge bertaraf internasional pada angkatan pertama pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Wakil kepala sekolah, Dadan, mengungkapkan, pihaknya juga sudah menerima petunjuk teknis SPMB dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar pada Senin (18/5/2026).
"Kami akan menyiapkan fasilitas sebaik mungkin. Sekolah Maung ini sebagai sekolah unggulan. Kami sudah mempersiapkan ruangan yang akan dijadikan kelas Sekolah Maung," ungkap Dadan saat ditemui Tirto di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).
Sesuai dengan petunjuk teknis, lanjut Dadan, nanti bakal ada 10 kelas yang menampung sekira 28 sampai 30 siswa. Menurutnya dari sisi fasilitas dan seluruh keperluan kegiatan pembelajaran sudah dipenuhi sekolah.

"Kelas 10 tahun ini Sekolah Maung, tapi kelas 11 dan 12 masih reguler biasa. Utamanya ada perbedaan kurikulum. Semula kurikulum merdeka, sekarang plus kurikulum Cambridge," lanjutnya.
Ia menegaskan, pihaknya bakal mengikuti sesuai arahan dari Disdik Jabar terkait kelaikan dan standarisasi Sekolah Maung. Baik itu mulai dari segi fasilitas ruangan, konten materi pembelajaran, dan lain-lain.
Termasuk, kata Dadan, peningkatan kualitas para guru yang mengajar saat penerapan Sekolah Maung. Ia berupaya terlebih dahulu memberdayakan para guru yang selama ini mengajar di SMAN 5 Bandung.
Namun apabila ada kekosongan guru untuk kebutuhan materi pembelajaran, menurutnya berdasarkan penjelasan dari Disdik Jabar, nanti bakal dibuka rekrutmen dengan seleksi khusus.
"Untuk guru yang sudah tersedia, kami akan upgrading untuk guru. Kami juga sudah menunjuk siapa saja guru yang bakal mengajar, tapi belum kami tetapkan," sambungnya.
Menanggapi respon siswa terkait isu pergantian nama menjadi Sekolah Maung, ia memastikan tak ada perubahan nama sekolah. Penunjukan ini sebatas berkenaan kurikulum yang ditetapkan Disdik Jabar.
"Nah itu salah persepsi, ya. Bukan mengganti nama. Tetap namanya SMAN 5 Bandung. Programnya itu program Sekolah Maung. Manusia unggulan," ucapnya.
Adapun sejumlah calon orang tua siswa, kata Dadan, sudah mulai mengunjungi SMAN 5 Bandung untuk bertanya perihal proses alur SPMB Sekolah Maung. Diketahui alur pendaftaran dibuka mulai 25 - 29 Mei 2026.
"Orang tua siswa banyak yang bertanya persyaratan lalu jalur pendaftaran atau syarat masuk. Seperti bisa jalur masuk IQ, jalur prestasi akademik dan non akademik," imbuhnya.
Sementara itu Perwakilan SPMB Disdik Jabar, Dian Peniasiani, menjelaskan, sekolah yang sudah layak menjadi Sekolah Maung sudah diberikan arahan. Terdapat sejumlah arahan sudah disosialisasikan kepada pihak sekolah.
"Sudah kami sosialisasikan tentang kurikulum ke guru, lalu ke pihak sekolah. Disampaikan juga petunjuk sebagai Sekolah Maung. Tapi secara detailnya sambil berjalan. Arahan dan persiapan sudah berjalan," kata Dian saat ditemui Tirto di Arcamanik, Kota Bandung, Senin (18/5/2026).
Ia juga menuturkan, program Sekolah Maung memberi kesempatan bagi para calon murid dari luar kota untuk mendaftarkan diri. Terlebih setiap daerah masih terbatas jumlah sekolah tersebut.
"Kenapa bisa lintas daerah? Karena Sekolah Maung terbatas. Sekolah yang diverifikasi harus terakreditasi A dan ada persyaratan khusus, kota/kabupaten minimal baru ada satu," tuturnya.
Sebagai informasi, Sekolah Maung hendak mewujudkan penguatan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Hal ini sesuai dengan arah pembangunan daerah dalam RPJMD Pemprov Jabar.
Karakter pribadi itu diwujudkan melalui nilai-nilai inti Gapura Pancawaluya, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. Nilai ini menjadi landasan penyelenggaraan sekolah manusia unggul (Maung).
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































