Menuju konten utama

BTN Tumbuh 8,6 Persen, Nilai Aset Kini Rp510 Triliun

Kenaikan nilai aset BTN terjadi di tengah proses pemulihan ekonomi serta dinamika sektor makro.

BTN Tumbuh 8,6 Persen, Nilai Aset Kini Rp510 Triliun
Gedung PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta. ANTARA/HO-BTN/aa

tirto.id - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengatakan, total aset perseroan tercatat tumbuh 8,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Dengan kenaikan tersebut, nilai aset BTN kini mencapai sekitar Rp510 triliun.

Menurut Nixon, kenaikan nilai aset BTN terjadi di tengah proses pemulihan ekonomi serta dinamika sektor makro.

“Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga [DPK] yang tetap positif dan sehat," sebutnya saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT BTN (Persero) Tbk, di Gedung BTN, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).

"Rasio keuangan BTN juga terjaga dan berada di atas ketentuan minimal regulator,” sambung Nixon.

Sementara itu, melalui RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dan pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.

Nixon menyebutkan, persetujuan RUPSLB itu menjadi bagian strategi BTN untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memastikan kesinambungan kepemimpinan.

Upaya itu dilakukan untuk mendukung proses transformasi dan menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri perbankan.

Menurut Nixon, perubahan anggaran dasar dilakukan berdasar UU BUMN Nomor 16 Tahun 2025. BTN juga menindaklanjuti surat Kepala BP BUMN Nomor 23/BPU/10/2025 tertanggal 28 Oktober 2025.

Lalu, pendelegasian kewenangan persetujuan RKAP 2026 dilakukan sesuai dengan ketentuan Pasal 15G ayat (3) dan ayat (5) UU BUMN. Dalam aturan itu dinyatakan direksi wajib menyusun RKAP sebelum tahun buku berikutnya.

Nixon menambahkan, RUPSLB BTN juga menyetujui penambahan komisaris, yakni Didyk Choiroel. Penyesuaian susunan komisaris itu menjadi komitmen perusahaan untuk tetap adaptif terhadap dinamika industri.

Penyesuaian itu juga disebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi nasional serta kebutuhan industri perbankan.

“Perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BTN untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis untuk mendukung transformasi bisnis berjalan lebih efektif dan memberikan kontribusi bagi penguatan ekonomi,” ujarnya.

Sebagai informasi, total aset BTN pada 2024 mencapai Rp469,61 triliun atau tumbuh tujuh persen secara tahunan dibanding total aset BTN pada 2023 dengan nilai Rp438,75 triliun.

Baca juga artikel terkait BANK BTN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama