tirto.id - PT Asuransi BRI Life membukukan laba bersih sepanjang 2024 sebesar Rp760,4 miliar, atau naik 42,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih ini ditopang oleh pendapatan premi bruto sepanjang 2024 yang mencapai Rp8,9 triliun, naik 14,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp7,8 triliun. Kenaikan tersebut mendorong pendapatan BRI Life hingga 6,6 persen (yoy), menjadi Rp7,8 triliun.
Pada saat yang sama, total Annualized Premium Equivalent (APE) - ukuran yang digunakan dalam industri asuransi untuk menyetarakan pendapatan premi tahunan terutama pada asuransi jiwa- tumbuh sebesar 11,2 persen (yoy) menjadi Rp3,4 triliun. Total APE di sepanjang 2024 ini didominasi oleh pertumbuhan bisnis Bancassurance dengan BRI.
“Pertumbuhan tersebut seiring dengan improvement serta digitalisasi yang diterapkan antara BRI Life dengan para pemegang saham, yaitu BRI dan FWD (sebagai strategic partner BRI). Improvement dan digitalisasi di BRI Life didorong dalam rangka penyesuaian produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” jelas Direktur Utama BRI Life, Aris Hartanto dalam Media Engagement dan Informasi Kinerja BRI Life 2024, di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2025).
Seiring dengan kenaikan premi bruto, pembayaran klaim dan manfaat bruto BRI Life di sepanjang 2024 juga mengalami kenaikan 8,4 persen (yoy) menjadi Rp6,0 triliun, dari periode sebelumnya sebesar Rp5,6 triliun. Klaim tersebut terutama berasal dari klaim kematian sebesar Rp2,4 triliun dan klaim surrender -uang yang bisa didapat kembali jika peserta asuransi memutuskan untuk tidak melanjutkan program, sebesar Rp1,5 triliun.
“Adapun terkait kualitas kecepatan layanan klaim pada tahun 2024, Service Level Agreement (SLA) meningkat dari yang sebelumnya rata-rata 6 hari kerja dengan SLA 98,6 persen menjadi 4 hari kerja dengan SLA 99,2 persen,” tambah Aris.
Sejalan dengan kondisi makroekonomi dan pasar investasi nasional 2024, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki kinerja yang lebih rendah dibandingkan dengan 2023 atau terkontraksi 2,65 persen, hasil Investasi BRI Life di 2024 mengalami kontraksi 14,3 persen (yoy), dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1,0 triliun. Penurunan ini juga seiring dengan kondisi industri asuransi jiwa yang terkontraksi lebih dalam, sebesar 24,8 persen.
“Berkaitan dengan hal tersebut, BRI Life telah memitigasi risiko dengan melakukan pengelolaan investasi secara prudent dengan mayoritas penempatan investasi di Surat Utang Negara dan Obligasi Korporasi dengan rating minimal grade single A,” jelas Aris.
Dengan berbagai kondisi ini, BRI Life berhasil mencatatkan total asset mencapai Rp26,4 triliun, tumbuh 12,2 persen (yoy), dari yang sebelumnya senilai Rp23,6 triliun. Sedangkan kontribusi fee based kepada BRI sebesar Rp722,2 miliar atau tumbuh 18,2 persen (yoy).
"Dari sisi kesehatan BRI Life, tingkat solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) Perseroan pada tahun 2024 mencapai 434,6 persen, jauh di atas batas minimum yang dipersyaratkan OJK sebesar 120 persen,” tukas dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































