Menuju konten utama

BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025

Secara kuartalan kinerja laba BRI menunjukkan perbaikan, yakni tumbuh 8,2 persen menjadi Rp15,9 triliun pada periode Oktober-Desember 2025.

BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025
Kantor pusat Bank BRI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. FOTO/iStock

tirto.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp57,132 triliun sepanjang 2025. Capaian ini turun 5,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp60,306 triliun.

Meski demikian, secara kuartalan kinerja laba BRI menunjukkan perbaikan. Pada kuartal IV 2025, laba bersih BRI tumbuh 8,2 persen menjadi Rp15,9 triliun, dibandingkan kuartal III 2025 yang masih berada di level Rp14,7 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan, pertumbuhan laba secara kuartalan tersebut didorong oleh perbaikan fundamental kinerja perseroan.

“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba Perseroan. Hingga akhir 2025, BRI berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp57,132 triliun,” paparnya dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BRI Triwulan IV 2025 yang digelar secara daring, Kamis (26/2/2026).

Hery menambahkan, peningkatan laba bersih ini turut ditopang oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,4 persen menjadi Rp1.467 triliun sepanjang 2025, dari sebelumnya Rp1.365 triliun. Namun, secara kuartalan, DPK BRI tercatat melambat 0,5 persen, dari Rp1.475 triliun pada kuartal III 2025 menjadi Rp1.467 triliun di akhir tahun.

“Porsi dana murah yang terus meningkat tersebut memberikan dampak yang positif terhadap cost of fund BRI. Tercatat cost of fund dana pihak ketiga pada akhir tahun 2025 itu mengalami penurunan dari sebelumnya cukup tinggi, menjadi sebesar 2,9 persen atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 sebesar 3,1 persen,” jelas dia.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 12,3 persen menjadi Rp1.521 triliun, dengan kontribusi utama berasal dari segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp170 triliun kepada lebih dari 3,8 juta debitur UMKM.

“Pencapaian ini tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional. Di sepanjang tahun 2025 industri mencatat pertumbuhan sebesar 9,6 persen. Pertumbuhan kredit BRI yang mencapai double digit tersebut mampu dibandingkan dengan penyaluran yang lebih prudent dan tumbuh secara sehat,” tambahnya.

Meski penyaluran kredit tergolong agresif, kualitas aset BRI tetap terjaga. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang berada di level 3,07 persen pada akhir 2025. Sementara itu, Loan at Risk (LAR) turun dari 10,7 persen menjadi 9,6 persen. BRI juga menjaga tingkat pencadangan dengan NPL coverage ratio sebesar 178,1 persen.

Seiring dengan pertumbuhan laba, total aset BRI turut meningkat 7,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp2.135 triliun.

“Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan dengan baik, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan,” tukas Hery.

Baca juga artikel terkait BANK RAKYAT INDONESIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana