Menuju konten utama

BPBD Sebut 34 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung

Banjir di Kabupaten Bandung menyebabkan 162 KK atau sekitar 457 jiwa dievakuasi ke pengungsian.

BPBD Sebut 34 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung
Dua orang warga di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot menaiki perahu setelah banjir setinggi 1,5 meter pada Jumat (5/12/2025) ANTARA/Ilham Nugraha

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebut hingga hari ini, Jumat (5/12/2025), sebanyak 34.497 jiwa di wilayahnya terdampak banjir. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tiga kecamatan terparah yang terdampak bencana banjir.

“Data kecamatan terdampak banjir parah adalah Dayeuhkolot dengan warga terdampak sekitar 25.918 jiwa, Baleendah 5.579 jiwa, dan Bojongsoang sekitar 3.000 jiwa," beber Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, di Bandung, Jumat.

Wahyudin mengatakan, banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Bandung juga menyebabkan 162 kepala keluarga (KK) atau sekitar 457 jiwa harus dievakuasi ke tempat pengungsian.

“Sementara itu, data warga yang mengungsi di Dayeuhkolot sebanyak 307 jiwa atau 99 KK. Di Kecamatan Baleendah terdapat 62 KK atau sekitar 150 jiwa” Wahyudin merinci.

Ketinggian banjir tercatat berbeda-beda dengan titik terendah mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter, dengan titik banjir tertinggi berada di Kecamatan Dayeuhkolot.

Wahyudin menambahkan, pihaknya kini telah melakukan koordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan proses penanganan terhadap korban berjalan baik.

BPBD meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan setiap perkembangan di lapangan guna mendukung upaya penanganan yang lebih cepat dan tepat.

Sebelumnya, banjir melanda berbagai wilayah Kabupaten Bandung akibat curah hujan tinggi pada Kamis (4/12/2025) sore hari. Akibatnya, aliran sungai Citarum meluap dan merendam pemukiman hingga hari ini.

Pemkab Siapkan 8 Pompa Atasi Banjir Dayeuhkolot

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat menyebut telah menyiapkan delapan unit pompa untuk menyedot air banjir dari wilayah permukiman Dayeuhkolot ke aliran Sungai Citarum.

Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, mengatakan debit air yang tinggi di Sungai Citarum menjadi kendala pengoperasian pompa.

"Sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan pompa tersebut. Namun permasalahannya, permukaan air sungai masih tinggi. Jadi kita harus menunggu air sedikit surut sebelum pompa dapat dioperasikan," ujarnya di Bandung, Jumat.

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya senantiasa melakukan monitoring terkait rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak Kamis malam di wilayahnya.

"Monitoring terus dilakukan hingga menjelang subuh dan sampai sekarang karena situasinya cukup parah. Bahkan menurut laporan, di sini ada yang terdampak hingga ketinggian 1,5 meter," tambahnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menyampaikan pemkab akan segera melakukan rapat koordinasi untuk mengatasi bencana tersebut.

Rapat tersebut juga akan menentukan apakah status tanggap darurat perlu diberlakukan dengan melibatkan unsur forkopimda dan aparat terkait lainnya.

"Untuk hal itu [penetapan status bencana] siang ini kita akan melakukan rapat terkait penentuan tindak lanjut dengan forkopimda dan aparat lainnya," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menambahkan terdapat beberapa titik bencana longsor selain banjir yang terjadi.

"Beberapa titik longsor seperti di Pangalengan, Panyirapan, Cangkuang–Bandasari, Soreang, serta Cimaung," tambahnya.

Ia menyebut bahwa bantuan telah mulai berdatangan dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Sosial serta BPBD Provinsi Jawa Barat.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana tersebut

Pemerintah berharap kondisi tetap terkendali dan tidak muncul korban hingga seluruh proses penanganan selesai.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah