tirto.id - Ribuan kayu gelondongan dengan ukuran diameter puluhan sentimeter menumpuk di sepanjang Sungai Aek Godang di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Wilayah aliran sungai itu kini tak lagi mengalirkan air tapi menampung tumpukan kayu.
Kayu-kayu berukuran besar tersebut tidak hanya berserakan memenuhi daerah aliran sungai, namun juga terdampar di rumah warga dan tak sedikit yang menghantam hingga merusak fasilitas bangunan.
Menurut salah seorang warga yang bermukim di sekitar Sungai Aek Godang, Ceribon Hutauruk, gelondongan kayu tersebut berasal dari Perbukitan Malaka yang berada di Dusun Malaka. Daerah itu masuk dalam bagian Pegunungan Aek Sipilit di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Beberapa potongan kayu terlihat ada bekas potongan. Rombongan batang pohon itu diduga terbawa arus banjir dan tanah longsor yang terjadipada Senin (24/11/2025) dan Selasa (25/11/2025). Bencana yang belakangan meluluhlantakkan wilayah Tapanuli Tengah dan sekitarnya.
Ceribon menuturkan bahwa fenomena kayu yang ikut mengalir di Sungai Aek Godang baru pertama kali terjadi. Karena aliran sungai tersebut, asalnya hanya memiliki debet volume air yang cenderung kecil sehari-harinya.
"Kalau kayu-kayu itu dari Puncak Malaka, terbawa arus banjir," kata pria berusia sekitar 600an itu di rumahnya, Kamis (4/12/2025).

Dia menceritakan bahwa saat kayu-kayu tersebut datang dari hulu hingga mendekati pemukiman warga, terdengar suara gemuruh yang sangat keras. Ceribon sendiri terpaksa mengungsi dari rumahnya dan kini tinggal di hunian milik anak dan menantunya.
"Rumah kami di sana, kebetulan memang ini rumah anak. Di sinilah kami kumpul semua," ujarnya menunjuk ke rumahnya yang persis berada di samping sungai.
Meski gelondongan kayu tersebut sudah menumpuk lebih dari sembilan hari, namun belum ada tindakan untuk membersihkan atau mengangkutnya dari sungai. Terlihat sebagian warga masih berupaya mencari sejumlah kayu yang bisa dimanfaatkan atau mencari perkakas bekas milik mereka yang hanyut ditelan aliran banjir.
"Belum [ada upaya mengankut kayu dari sungai], itulah kendala kami sekarang," jelasnya.

Penulis: Irfan Amin
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id































