Menuju konten utama

BPBD: 9 RT Tergenang karena Curah Hujan Tinggi hingga Minggu

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan di wilayah lain.

BPBD: 9 RT Tergenang karena Curah Hujan Tinggi hingga Minggu
Potret Iwan saat menumpang Truk untuk menerjang banjir Daan Mogot. FOTO/Iwan.jss

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga Minggu (1/2/2026) pagi pukul 06.00 WIB, terdapat 9 rukun tetangga (RT) dan satu ruas jalan tergenang karena hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta sejak Jumat (30/1/2026).

Curah hujan tinggi yang terus berlangsung itu juga menyebabkan kenaikan volume air pada Pos Angke Hulu Waspada/Siaga 3 pada Jumat kemarin.

"Serta menyababkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta. BPBD mencatat saat ini terdapat RT dan 1 ruas jalan tergenang," tulis BPBD dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (1/2/2026).

Jika dirinci, genangan terjadi di 2 RT di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat dengan ketinggian mencapai 20 cm. Curah hujan tinggi dan luapan Kali Semongol menjadi sebab utama terjadinya genangan di wilayah tersebut.

Kemudian, ada 6 RT di Kelurahan Marunda dan 1 RT di Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, yang mengalami genangan dengan ketinggian 10 cm. Selain curah hujan tinggi, luapan Kali Angke dan Kali Nagrak yang menjadi sebab utama banjir di wilayah ini.

Karena genangan ini, 125 jiwa dari 50 kepala keluarga (KK) dari Kelurahan Marunda tercatat mengungsi di Masjid Nurul Janah yang terletak tak jauh dari lokasi genangan. Selain itu, 225 jiwa dari 62 KK disebut tengah mengungsi di SD Robiatul Adawiyah.

Tidak hanya RT, ruas jalan Kamal Raya, Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat juga tergenang, dengan ketinggian air mencapai 15 cm. Sama halnya dengan banjir di Kelurahan Tegal Alur, curah hujan tinggi dan luapan Kali Semongol juga menjadi penyebab genangan ruas jalan Kamal Raya.

Dengan kondisi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat.

"Serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tambah BPBD.

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan di wilayah lain.

"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," tutup BPBD.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty