tirto.id - Ratusan warga terdampak banjir di wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengungsi di kolong jembatan layang Pamanukan, karena banjir masih merendam rumah mereka.
"Sudah berhari-hari banjir belum surut. Jadi harus mengungsi," kata Didi, salah seorang warga terdampak banjir di wilayah Pamanukan, Subang, Sabtu (31/1/2026) dikutip dari Antara.
Didi bersama keluarga dan tetangganya memilih untuk mengungsi di area kolong jembatan karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Dengan demikian, dia mudah untuk mengevakuasi barang-barang yang masih ada di rumah.
Area di kolong jembatan, kata dia, selalu menjadi tempat pengungsian warga terdampak banjir setiap kali terjadi banjir.
Didi mengaku tahu Pemkab Subang menyediakan tempat pengungsian. Namun, menurut Didi, lokasi pengungsian tersebut terlalu jauh. Oleh karena itu, warga memilih untuk tetap mengungsi di kolong jembatan.
"Kalau mengungsi di lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang," ucap Didi.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, hingga Sabtu (31/1/2026) pagi ini, banjir di sekitar Kecamatan Pamanukan telah merendam 5.679 rumah di delapan desa.
Sementara itu, untuk data banjir se-wilayah Subang, hingga kini banjir merendam 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa, tujuh kecamatan. Sebanyak 13.541 Kepala Keluarga (KK) atau 36.060 jiwa terdampak banjir tersebut.
Banjir pun telah berlangsung selama sepekan. Dilaporkan, genangan air merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, dan 2.884 hektare areal persawahan.
BPBD Subang pun mencatat sebanyak 276 KK atau 645 jiwa yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































