Menuju konten utama

BNPT dan UI akan Perkuat Literasi Anti Radikalisme di Masyarakat

BNPT juga akan menggandeng pihak-pihak eksternal seperti kampus dalam memperkuat literasi terkait anti radikal terorisme.

BNPT dan UI akan Perkuat Literasi Anti Radikalisme di Masyarakat
Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Sigit Widodo, dalam acara Bedah Buku Hasil Kajian Barang Bukti Buku Tindak Pidana Terorisme Seri “Tercerahkan dalam Kedamaian” di UI Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2025). Dok: Istimewa

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan terus memberikan pemahaman dan pendidikan terkait penyebaran buku-buku yang dikategorikan radikal terorisme di masyarakat.

Hal ini didasari lebih dari 11.000 buku telah disita dari para pelaku tindak pidana terorisme dan 10.000 di antaranya dimusnahkan. Sejak April 2023, terdapat 134 putusan pengadilan yang menyerahkan barang bukti buku kepada BNPT untuk dianalisis.

“BNPT tidak bisa bekerja sendirian, kita perlu kolaborasi dengan institusi, dengan para akademisi, dengan seluruh lapisan masyarakat” ujar Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Sigit Widodo, dalam acara Bedah Buku Hasil Kajian Barang Bukti Buku Tindak Pidana Terorisme Seri “Tercerahkan dalam Kedamaian” di UI Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2025)

Dalam acara yang digelar bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, ini BNPT juga akan menggandeng pihak-pihak eksternal seperti kampus dalam memperkuat literasi terkait anti radikal terorisme.

Melalui kegiatan ini, BNPT dan Universitas Indonesia memperkuat komitmen bersama untuk mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, guna mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Supriatna, menegaskan urgensi penguatan literasi terkait isu terorisme. Dengan berkolaborasi, sosialisasi akan lebih masif dan mampu menggapai generasi muda.

“Buku ini penting sekali, jadi mungkin kita harus banyak sosialisasi sama sama dengan BNPT Untuk mensosialisasikan betapa pentingnya keilmuan terorisme,” jelasnya.

Baca juga artikel terkait BNPT

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto