tirto.id - Sebuah laboratorium gelap narkotika (clandestine laboratory) terkuak di sebuah vila yang berlokasi di Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (07/03/2026). Laboratorium tersebut digunakan oleh dua orang warga negara (WN) Rusia berinisial NT (29, perempuan) dan TS (34, laki-laki) untuk memproduksi narkotika sintetis jenis mephedrone.
Plt. Deputi Pemberantasan BNN RI, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, mengatakan kedua tersangka masuk ke Indonesia pertama kali pada bulan Januari. Mereka lantas lolos dari radar pemantauan karena berpindah-pindah vila dan menggunakan identitas palsu. Diketahui, NT memiliki 3 buah paspor berkewarganegaraan Rusia dengan identitas berlainan.
Sebelum NT tiba di Indonesia, seseorang berinisial KS telah terlebih dulu berada di Indonesia dan menyewa vila di Uluwatu. Setelahnya, KS meninggalkan Indonesia dan NT yang menempati vila tersebut dengan menggunakan identitas palsu atas nama KS. Saat ini, KS yang berkewarganegaraan Rusia itu masih berstatus dalam daftar pencarian orang (DPO).
Laboratorium gelap tersebut mulai terendus karena terdapat pengiriman paket-paket mencurigakan dari Cina yang ditujukan ke kantor pos di Gianyar pada bulan Januari dengan menggunakan data palsu. Paket-paket tersebut berisikan beberapa prekursor untuk pembuatan mephedrone.
"Tidak pakai nama langsung karena terdapat beberapa prekursor, antara lain methylamine itu datang dari Cina, termasuk juga zat lain yang namanya hydrobromic. Dua senyawa kimia yang didatangkan oleh mereka, melalui N ini," terang Roy dalam konferensi pers pengungkapan kasus di Vila The Lavana De'Bale Marcapada, Sabtu (07/03/2026).
Setelah diselidiki secara intensif, tim gabungan melakukan penggerebekan terhadap Vila The Lavana De'Bale Marcapada pada Kamis (05/03/2026) pukul 23.45 WITA. Dari lokasi tersebut, petugas juga menemukan sebuah kunci kendaraan.
Berdasarkan hasil penggeledahan dari tempat kejadian perkara (TKP) berupa vila dan mobil, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika mephedrone padatan sebanyak 644 gram dan dalam bentuk cairan sebanyak 7.250 mililiter. Berat bruto dari mephedrone tersebut adalah 7.894 gram.
Terdapat pula beberapa prekursor atau bahan baku, yakni sebanyak 2.600 gram padatan dan 219.780 mililiter cairan yang diduga digunakan untuk memproduksi mephedrone. Selain itu, terdapat peralatan produksi seperti timbangan digital, fruit dryer, masker respirator, kertas saring, labu erlenmeyer, panci, jarum suntik, jerigen, dan magnetic stirrer.
"Harga per gram adalah Rp6 juta. Mephedrone ada 4 klasifikasi, dia bisa dibakar, dihirup, disuntik, kemudian bentuk pil, sehingga sangat tergantung racikannya. Dari hasil penyelidikan intelijen kita (mengenai pemasaran), di sini ada komunitas orang Rusia. Nah, kita belum bisa mengembangkan karena ada keterbatasan yang bersangkutan belum menceritakan," ungkap Roy.
Salah satu tersangka, yakni NT, berperan sebagai koki yang mengoperasikan laboratorium tersebut mulai jam 12 malam hingga 4 pagi. Berdasarkan penyelidikan latar belakang, NT merupakan lulusan Biologi dari salah satu universitas di Rusia, sementara TS adalah seseorang yang pernah menjadi tentara.
"Mereka diupah Rp20–30 juta, bahkan penyewaan vila oleh KS itu terhadap TS. Dia disewakan vila gratis oleh yang kami tetapkan sebagai DPO," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menjelaskan, jejak NT yang sempat menghilang terendus dari data perlintasan imigrasi melalui informasi paspor. Imigrasi lantas memeriksa data izin tinggal dan mendapatkan NT sedang mengajukan perpanjangan izin tinggal.
"Kami menciptakan satu kondisi agar yang bersangkutan bisa hadir di kantor kami. Pada saat itu tim sudah bersiap mengidentifikasi dan mendapatkan identitas yang bersangkutan. Kemudian, tim membuntuti hingga kami ungkap di sini," ucap Bugie.
Saat ini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap KS yang masuk ke dalam DPO. Roy mengungkap, berdasarkan pelacakan selama 3 hari ke belakang, KS sedang berada di Dubai.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id

































