tirto.id - Menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia (BI) menyatakan telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun untuk layanan penukaran uang kepada masyarakat.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menjelaskan, angka ini meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan tingginya kebutuhan uang tunai menjelang Lebaran.
“Kami memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan baik, tentunya kebutuhan uang tunai di masyarakat juga meningkat. Oleh sebab itu kami lakukan peningkatan sekitar 15 persen dari yang kita siapkan untuk penukaran uang di masyarakat, sekitar Rp185,6 triliun," ujar Ricky dalam konferensi pers RDG BI, Kamis (19/2/2026).
Ia mengungkapkan, program yang dinamakan Serambi (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri) ini merupakan yang kelima kalinya digelar. Tahun ini, BI tidak hanya menambah jumlah uang yang diedarkan, tetapi juga meningkatkan kapasitas layanan dan nilai penukaran per paket.
Salah satu perubahan yang dihadirkan BI tahun ini adalah peningkatan nominal penukaran dalam satu paket. Jika sebelumnya masyarakat hanya bisa menukar uang senilai Rp4,3 juta per paket, kini jumlah tersebut naik menjadi Rp5,3 juta per paket.
Selain itu, ketersediaan jumlah paket juga ditambah. BI meningkatkan kuota paket penukaran hingga 86 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Jadi masyarakat bisa melakukan penukaran lebih besar lagi, kemudian juga dengan jumlah paket yang lebih tinggi lagi, lebih banyak lagi untuk masyarakat bisa melakukan penukaran, kita lakukan peningkatan sebesar 86 persen. Jadi hampir 2 kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya," ucapnya.
Untuk memudahkan akses masyarakat, BI memperluas jangkauan layanan dengan menghadirkan lebih dari 2.800 titik penukaran yang tersebar di seluruh Indonesia.
Total layanan yang akan beroperasi mencapai 8.700 kali pelayanan, melibatkan seluruh kantor perwakilan BI yang bekerja sama dengan perbankan.
Masyarakat diimbau untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR. BI memastikan kapasitas aplikasi tersebut telah ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan pengguna.
"Tentunya aplikasi Pintar ini kita bikin lebih pintar lagi, kemampuannya kita tingkatkan sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan lebih baik lagi," jelas Ricky.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id

































