Menuju konten utama

BGN Hentikan Operasional Dua SPPG di Cisarua Bandung Barat

BGN telah menurunkan tim investigasi independen bersama Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan untuk menindaklanjuti kasus keracunan di Cisarua.

BGN Hentikan Operasional Dua SPPG di Cisarua Bandung Barat
Nanik Sudaryati Deyang saat diskusi media di Jakarta, Senin (17/2/2025). (ANTARA/Anita Permata Dewi)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cisarua, Bandung Barat. Penghentian ini dilakukan buntut adanya keracunan masal siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/10/2025).

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan, BGN telah menurunkan tim investigasi independen bersama Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) untuk menindaklanjuti Kejadian Luar Biasa (KLB) tersebut. BGN, kata Nanik, sudah bergerak cepat menangani korban dan menelusuri sumber kejadian.

"Kami sangat menyesalkan insiden ini. Kami telah mengirim tim investigasi untuk memastikan penyebabnya dan memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan penanganan yang layak," kata Nanik dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Nanik memastikan, BGN berkomitmen untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam setiap tahap pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) mulai dari pengadaan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan selalu ditekankan untuk keamanannya.

"Program MBG adalah bentuk tanggung jawab negara untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Karena itu, aspek keamanan pangan tidak bisa ditawar, dan harus menjadi prioritas utama," ujar Nanik.

Menurut Nanik, BGN akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan teknis di seluruh satuan layanan MBG. Dia juga menjamin untuk seluruh SPPG memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Ketua Tim Investigasi, Karimah Muhammad, menambahkan, sejauh ini pihaknya telah mendatangi dua unit dapur MBG yang bertanggung jawab dalam pendistribusian, yakni SPPG Cisarua Jambudipa 1 dan SPPG Cisarua Pasirlangu. Keduanya berada di bawah naungan Yayasan Tarbiyatul Qur’an Cisarua (TARBIQU).

Karimah memaparkan, pada 14 Oktober 2025, ada 115 siswa SMP Negeri 1 Cisarua mengalami gejala pusing, mual, dan muntah. Mereka pusing, mual, dan muntah, setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Cisarua Jambudipa 1.

"Hari itu menu yang disiapkan adalah ayam black pepper, tahu goreng, tumis wortel brokoli, dan buah melon," ungkap dia.

Keesokan harinya, kata Karimah, tujuh siswa dilaporkan mengalami gejala serupa. Tiga siswa adalah penerima MBG dari SPPG Cisarua Jambudipa 1 sementara empat siswa lainnya adalah penerima MBG dari SPPG Cisarua Pasirlangu.

"SPPG Cisarua Pasirlangu menyajikan menu ayam yakiniku, edamame, tempura jamur tiram, dan semangka," tutur Karimah.

Menurut Karimah, hingga Rabu (15/10/2025) pukul 23.41 WIB, jumlah siswa terdampak insiden keamanan pangan di Cisarua, Bandung Barat, mencapai 502 orang. Sebanyak 452 orang siswa telah dipulangkan dan menjalani rawat jalan, sementara 50 orang siswa lainnya harus dirawat inap.

Selanjutnya, data pada Kamis (16/10/2025) mencatat jumlah siswa yang dirawat inap hanya tinggal enam orang. Mereka dirawat di RSUD Lembang.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Bandung Barat, Jumat (17/10/2025), tiga orang siswa yang semula terdampak dan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing kembali dirawat di RS Dustira. Total, hingga kini ada sembilan orang yang dirawat inap.

"Kemungkinan (karena ada) kontaminasi silang dari bahan pangan yang sama. Selain itu, ada keterlambatan penghentian distribusi dari SPPG Cisarua Jambudipa 1 meski telah ada laporan KLB pukul 10.00 WIB," ucap Karimah.

Ditegaskan Karimah, penyebab pasti dari inside ini masih harus menunggu hasil dari uji laboratorium di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat. Selanjutnya, SPPG Cisarua Jambudipa 1 dan Pasirlangu diminta untuk segera memperbaiki infrastruktur dapur, memenuhi standar higienitas, sanitasi, dan memperbaiki manajemen distribusi.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher