tirto.id - Calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kembali meninggal dunia. Kali ini, calon manajer yang meninggal adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, salah satu peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2026 yang sedang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
Kemhan sebagai bagian dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) SPPI KDKMP dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) pun menjelaskan kronologi Rifki meninggal dunia. Pada Kamis (25/6/2026), almarhum mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan.
Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, Rifki sempat kembali mengikuti aktivitas. Namun, pada sore hari, kondisi kesehatannya kembali menurun sehingga segera dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa, Jakarta Timur, untuk memperoleh penanganan medis lanjutan.
"Setelah dirujuk ke rumah sakit, almarhum segera mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter, termasuk perawatan di ruang ICU. Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).
Rico menerangkan, sebelum mengikuti program, almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan.
Rico memastikan, Kemhan bersama penyelenggara pendidikan telah memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum, termasuk pengantaran jenazah ke daerah asal serta membantu pemenuhan hak-hak peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sehubungan dengan kejadian ini, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI," kata Rico.
Rico menjelaskan, langkah-langkah evaluasi yang dilakukan meliputi penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan oleh tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran (tracing) terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa, serta penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan.
Sebagai catatan, Rifki merupakan calon manajer KDKMP keempat yang meninggal dunia. Sebelumnya, tiga calon manajer KDKMP dan KNMP meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).
Tewasnya calon manajer KDMP dan KNMP itu terjadi dalam rentang waktu berdekatan, meskipun lokasi latihan ketiganya berbeda. Kematian pertama terjadi pada 17 Juni 2026, kemudian kematian kedua pada 18 Juni 2026, sementara kematian ketiga pada 23 Juni 2026. Ketiga korban tersebut yakni Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Baturaja Kodiklatad, Ogan Komering Ulu; Anisa Muyassaroh dari Satdik Dodikjur Rindam VI/Mlw Balikpapan; dan Novia Rahmadhani Sihotan dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























