tirto.id - Dua orang terluka akibat kena tembakan dan seorang warga tewas dalam bentrokan di perkebunan sawit PT Buluh Cawang Plantation (BCP) di Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Polisi memastikan situasi telah kondusif pascakejadian.
Kedua korban luka adalah ZA (50), warga Tebing Suluh, yang mengalami luka tembak di perut sebelah kiri dan MU (43), warga Tebing Suluh dengan luka tembak di paha kiri. Sementara korban tewas adalah AL (25), yang meninggal akibat tersengat listrik saat mencoba membakar fasilitas kantor PT BCP.
Peristiwa itu bermula saat polisi mengungkap dugaan kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di PT BCP wilayah Dabukrejo, Lempuing, OKI, Selasa (23/6/2026). Saat itu, petugas menyita sebelas motor dan satu pikap berisi sawit curian.
Saat polisi hendak menangkap para pelaku, sekelompok orang menghalangi petugas hingga terjadi keributan. Petugas lantas mengamankan barang bukti untuk dibawa ke kantor polisi.
Lagi-lagi polisi mendapat perlawanan. Datang sekitar 100 orang yang berusaha mengambil kembali kendaraan milik para pelaku. Alhasil, disepakati semua barang bukti diserahkan ke warga dan sawit hasil curian dikembalikan ke perusahaan.
Saat meninggalkan lokasi, anggota Polsek Lempuing Bripka Hendro Priharno ditendang seseorang hingga jatuh ke parit. Tak lama kemudian, massa merusak mobil patroli polisi.
Saat itulah, terdengar tembakan yang mengenai para korban. Namun asal usul tembakan masih diselidiki polisi. Mencegah terjadi bentrokan susulan, polisi mundur ke mess PT BCP. Namun massa mengejar dan kembali menyerang.
Massa melakukan perusakan dan pembakaran terhadap mess karyawan PT BCP. AL tewas akibat tersengat aliran listrik dan terbakar saat berusaha membakar fasilitas perusahaan.
"Benar, ada dua orang terluka dan satu meninggal dunia. Kami masih lakukan lidik (penyelidikan) terkait sumber tembakan," ungkap Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, Rabu (24/6/2026).
Eko menyebut dengan langkah cepat dan pendekatan persuasif yang dilakukan aparat kepolisian bersama para pemangku kepentingan, situasi di lokasi berangsur kondusif dan terkendali. Kepolisian memprioritaskan keselamatan warga dengan memastikan korban yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
"Dua warga yang terdampak saat ini telah memperoleh perawatan di fasilitas kesehatan dan terus dipantau perkembangannya. Sedangkan yang meninggal dunia sudah diserahkan ke pihak keluarga," kata Eko.
Eko menegaskan, kasus ini tengah diselidiki lebih lanjut. Dia memastikan akan memberikan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang bertanggungjawab. "Seluruh rangkaian peristiwa akan kami dalami secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Eko.
Masuk tirto.id






























